
SEKARKIJANG.JEMBER – Langkah cepat Gus Fawait dalam mencairkan honorarium, sejumlah 81 guru ngaji memenuhi balai Desa Karang Kedawung dengan penuh antusisasme. Penyaluran Honorarium bagi Guru Ngaji Muslim, Guru Kitab Suci Non-Muslim, dan Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) di Balai Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari (10/03/2026).
Hal ini menegaskan bahwa janji Gus Fawait untuk mensejahterakan guru ngaji dapat terealisasi dan tidak ingin ada keterlambatan pencairan honorarium guru ngaji menjelang Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan dalam siaran langsung via sosial media, Jumat sore (02/03/2026). “Saya tidak ingin ada keterlambatan hak bagi para tokoh agama di Kabupaten Jember,” tegasnya dalam siaran langsung.
Penyaluran yang serentak berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Berdasarkan data jadwal penyerahan, kegiatan ini tersebar di berbagai lokasi strategis guna memudahkan akses para penerima yang berada di desa maupun kelurahan. Tak hanya itu, kegiatan penyaluran yang berlangsung di Balai Desa Karang Kedawung berlangsung secara kondusif dan tertib.
Seorang guru ngaji di pelosok Desa Karang Kedawung–Abdullah, saat ditanya pada sela-sela pembagian, bercerita tentang dinamika hidupnya sebagai guru ngaji di bulan suci. “Ya menurut saya, ini Alhamdulillah sekali. Karena di dalam bulan puasa ini, jujur saja kalau seperti saya ini lebih banyak mengurangi pekerjaan yang berat-berat di luar,” ungkap Abdullah.

Ia menjelaskan bahwa energi para guru ngaji di bulan Ramadan tersedot sepenuhnya untuk melayani ummat. “Malamnya kami punya tugas besar; ada shalat Tarawih berjamaah, memimpin tadarus, hingga menyiapkan materi mengaji subuh. Alhamdulillah, (honorarium) ini dikeluarkan di tengah bulan puasa,” tambahnya.
Tak hanya itu, bantuan ini ternyata berdampak pada keberlangsungan operasional tempat ibadah (musholla) itu sendiri. Selama Ramadan, mushollanya di Karang Kedawung menjadi pusat aktivitas warga. Hal ini tentu berdampak pada melonjaknya biaya operasional. “Insentif ini sangat mendukung kebutuhan, lebih-lebih kebutuhan di dalam musholla sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan ngaji setiap hari seperti tagihan listrik, karena banyak pemakaian seperti air untuk wudhu jemaah. Dengan program ini, saya sebagai guru ngaji merasa sejahtera,” tutur Abdullah.
Rasa terima kasih yang mendalam terucapkan untuk Gus Fawait selaku Bupati Jember “Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas insentif ini. Ini sangat mendukung kami,” imbuhnya.
Keputusan Gus Fawait untuk mencairkan honorarium sebelum cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi juga mendapat apresiasi dari Abdullah. Penyaluran ini mencakup semua guru kitab suci, termasuk mereka yang non-muslim. “Salut, sangat salut terutama untuk saya yang toleransi antar agama nya tinggi. jadi, saya fikir teman-teman nonis dapat merasakan kesejahteraan bersama kita” ucap Abdullah terhadap Gus Fawait.
Doa dan harapan tak luput Abdullah ucapkan untuk program ini kedepannya. “Harapan ke depannya, mudah-mudahan terus berjalan seperti yang sudah biasa ini. Jangan sampai berhenti, karena sejauh ini saya sebagai masyarakat merasa sangat senang dan diperhatikan,” pungkasnya dengan senyum.