
SEKARKIJANG.JEMBER – Curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kabupaten Jember. Hari senin tanggal 15 Desember 2025 hujan deras mengguyur kabupaten Jember. Hujan deras terjadi sejak siang sampai dengan sore hari. Di laman media sosial beredar dengan cepat beberapa daerah yang terjadi banjir.
Tampak dalam rekaman video aliran Sungai Bedadung, Kalijompo dan Sungai Mayang sangat deras, menyebabkan warga sekitar sungai mengalami kecemasan. Aliran Sungai di Belakang Masjid Al Baitul Amin debit airnya sangat deras dan hampir menyentuh jembatan yang merupakan tempat orang berjalan kaki. Hal serupa terjadi pada aliran Sungai jompo di Kawasan Sultan Agung di dikompleks pertokoan Jompo, aliran sungai sangat deras dan terlihat warga sedang siaga.
GALANG DONASI KELILING KELAS, PMR WIRA SMKN 5 JEMBER SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA SUMATERA MELALUI PMI KABUPATEN JEMBER
Tidak hanya itu, dikawasan desa Patemon Kecamatan Pakusari aliran Sungai juga sangat deras. Jembatan didearah kampung jawaan Patemon tergerus air Sungai dan menyebabkan jembatan putus.
Banjir dikawasan Jember juga terjadi dikawasan perumahan Vila Indah Tegal Besar. Banjir menggenangi rumah warga. Begitu juga dikawasan Slamet Riadi Patrang, kondisi jalan tergenang oleh banjir akibat hujan melanda Kawasan tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Aep Ganda Permana selaku Aktivis Lingkungan meminta pemerintah daerah melakukan koreksi total terhadap perijinan dikawasan Jember. Kepada media Aep mengatakan, dia lahir dan sampe sekarang umur 50 tahun masih tinggal di Jember. Tidak mungkin Jember akan Banjir, kecuali ada ketidakberesan. Dia meminta Bupati melakukan koreksi terhadap Pembangunan Jember termasuk penerbitan ijin.
“Aku iki mas, lahir procot sampe umur 50 nang Jember. Gak onok rumuse Jember Banjir. Nek pengelolaan perijinan iki dilakoni sing bener. Aku njaluk Gus Fawait (Bupati Jember red) koreksien kabeh perijinan” Ucap Aep.
Kepada sekarkijang.com.
Aep merasa janggal hujan deras terjadi hanya beberapa saat, iba tiba langsung banjir. Menurut Aep banyak pengembang yang tidak melakukan Pembangunan sesuai dengan prosedur yang ada. “Banyak perumahan dikabupaten Jember itu tidak membuat drainase yang baik, tidak ada desain untuk resapan air. Ada hujan, air langsung nyelonong di jalan raya” Ujarnya. (*)
1 Komentar
Pingback: BAMBANG HERRY: BANJIR JEMBER ADALAH MASALAH STRUKTURAL, MINTA PEMDA LAKUKAN PENGAWASAN - Sekar Kijang News