Site icon Sekar Kijang News

APTR PG GLENMORE KIRIM SURAT ADUAN KE MENTERI PERDAGANGAN TERKAIT PENURUNAN HARGA TETES TEBU

SEKARKIJANG.BANYUWANGI– Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Glenmore mengirimkan surat resmi kepada Menteri Perdagangan, DPR RI, Direktur Utama Holding Sugar Group (SGN), dan Direktur Utama SGN, mengadukan penurunan harga tetes tebu yang terjadi pada musim giling tebu tahun 2025.

APTR PG Glenmore menyampaikan keprihatinan mereka atas harga tetes tebu yang anjlok, yang berdampak langsung pada pendapatan petani. Ketua APTR PG Glenmore, Siswono, menegaskan bahwa harga tetes tebu saat ini tidak mencerminkan kondisi pasar yang adil bagi petani. “Kami meminta agar harga tetes tebu minimal sama dengan harga pada musim giling tahun 2024, yaitu sebesar Rp 2.200 hingga Rp 3.000 per kilogram. Penurunan harga ini sangat merugikan kami sebagai petani,” ungkap Siswono.

Dalam surat tersebut, APTR PG Glenmore juga mengaitkan permintaan mereka dengan Asta Cita Presiden Prabowo melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada nasional. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib petani tebu, terutama dalam hal penetapan harga yang adil dan berkelanjutan.

Dampak Penurunan Harga Tetes Tebu

Penurunan harga tetes tebu yang signifikan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, yang bergantung pada pendapatan dari hasil pertanian mereka. Tetes tebu merupakan salah satu produk sampingan yang memiliki nilai ekonomis bagi petani, dan harga yang tidak stabil dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka.

APTR PG Glenmore juga mengirimkan surat serupa kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APTR Pusat dan APTR Provinsi Jawa Timur, sebagai langkah untuk memperkuat suara petani tebu di tingkat yang lebih tinggi. “Kami berharap dengan mengadukan masalah ini ke berbagai pihak, suara kami didengar dan ada tindakan nyata untuk memperbaiki situasi ini,” tambah Siswono.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan adanya surat aduan ini, APTR PG Glenmore berharap dapat mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menetapkan harga tetes tebu yang lebih adil. Mereka juga berharap agar kebijakan yang diambil dapat mendukung kesejahteraan petani tebu dan mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya untuk mencapai swasembada nasional, APTR PG Glenmore berkomitmen untuk terus berjuang demi kepentingan petani tebu dan memastikan bahwa suara mereka didengar oleh para pengambil keputusan. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan petani tebu dapat kembali berproduksi dengan baik dan mendapatkan harga yang layak untuk hasil kerja keras mereka.  (gama)

 

Exit mobile version