
Ketua APTR PG Glenmore, Siswono, mengatakan bahwa sejak awal giling tahun ini, rendemen tebu yang diperoleh petani menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data lapangan, rendemen tebu pada awal musim giling 2026 rata-rata sudah berada di atas angka 6 persen, bahkan pada beberapa areal panen mencapai 7 persen.
Selain peningkatan rendemen, APTR juga melihat perkembangan positif dari sisi harga gula. Harga lelang gula pada awal musim giling tahun ini tercatat berada di atas Rp15.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup baik dan memberikan harapan peningkatan pendapatan bagi petani tebu.
“Tidak hanya rendemen yang meningkat, harga lelang gula juga cukup tinggi, yaitu di atas Rp15.500 per kilogram. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani karena akan berdampak langsung terhadap penerimaan hasil usaha tani tebu,” tambahnya.
Menurut Siswono, kombinasi antara rendemen yang lebih tinggi dan harga gula yang stabil pada level yang baik menjadi modal penting bagi petani tebu untuk memperoleh keuntungan yang lebih optimal pada musim panen tahun ini.
APTR PG Glenmore berharap kondisi positif tersebut dapat terus terjaga hingga puncak musim giling, sehingga target produksi gula serta kesejahteraan petani tebu dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan kondisi awal yang cukup baik ini, kami optimistis musim panen dan giling tahun 2026 akan memberikan hasil yang lebih baik bagi petani tebu. Semoga cuaca dan kondisi operasional pabrik juga tetap mendukung hingga akhir musim,” pungkas Siswono. (art)