Sekar Kijang News

BEKALI CALON LULUSAN, BEM FTP UNEJ GELAR SEMINAR PENGUATAN SOFT SKILL DAN PELUANG KERJA DI INDUSTRI HALAL

SEKARKIJANG.JEMBER – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember menggelar seminar penguatan soft skill bagi mahasiswa calon lulusan pada Jumat (8/5). Kegiatan yang mengusung tema ekosistem dan peluang industri halal ini diikuti oleh 160 peserta, yang terdiri dari 90 peserta hadir secara luring dan 70 peserta mengikuti secara daring.

Ketua BEM FTP Unej dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber. Ia berharap kegiatan ini dapat membentuk lulusan yang komprehensif dan memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi dunia kerja.

Wakil Dekan III FTP UNEJ, Ahmad Nafi’, menekankan bahwa memasuki dunia kerja saat ini tidak cukup hanya mengandalkan IPK dan ijazah. Mahasiswa perlu memiliki dokumen pendukung seperti Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) serta sertifikasi kompetensi.”Mahasiswa Teknik Pertanian memiliki peluang besar untuk mengambil sertifikasi kompetensi, salah satunya sebagai Penyelia Halal melalui LSP. Hal ini bisa dipersiapkan sambil kuliah agar saat lulus nanti, sarjana sudah memiliki sertifikat kompetensi yang diakui,” ujar Ahmad Nafi. Selain halal, ia juga menyebutkan pentingnya sertifikasi lain seperti K3 dan Auditor K3.

Materi terkait ekosistem halal dipaparkan secara mendalam oleh Dr. H. Edi Purwanto, STP, MM,  Lailatul Azkiyah, STP, MP, PhD dan Dr. Moh. Fattorazi.  Moderator Dr. Maria Belqis yang juha auditor halala juga ketua LPH UNEJ menambah wawasan tentang ekosistem halal.

Dr. H. Edi Purwanto, memaparkan materi mengenai regulasi dan peluang industri halal bagi Gen Z. Ia mengingatkan bahwa mulai 18 Oktober 2026, semua produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal, sesuai dengan tahapan regulasi yang ditetapkan pemerintah hingga 2045.”Dulu halal mungkin hanya dianggap sebatas label, namun sekarang sudah menjadi identitas. Ekosistem ini berkembang sangat cepat dan generasi digital harus menjadi penggeraknya,” tegas Edi.

Ia juga merinci sedikitnya ada empat profesi potensial yang bisa ditekuni oleh alumni FTP Unej di masa depan, yaitu:  Pendamping Halal, Penyelia Halal, Auditor Halal dam Juru Sembelih Halal (juleha). Selain itu berkembang juga lapangan usaha di  Konten Kreator Halal, konsultan halal dan sebagainya. “Penyelia  halal ini dibutuhkan di semua perusahaan makanan dan minuman. Kalau Adik Adik lulus kuliah kemudian memiliki sertifikat sebagai penyelia halala makan perusahaan pasti akan memprioritskan untuk direkrut,” ujarnya.

Lailatul Azkiyah, STP, MP, PhD  kaprodi THP FTP UNej yangjugta auditor halal mengungkapkan bahwa potensi pangan halal global mencapai 1,4 triliun USD. Saat ini, Indonesia berada di posisi ketiga dunia dalam industri halal, di bawah Malaysia dan Arab Saudi. “Indonesia adalah pasar halal terbesar di dunia dengan nilai mencapai 173 miliar USD. Ada empat bidang unggulan yang menjadi kekuatan kita, yaitu pangan halal, fashion muslim, kosmetik dan farmasi, serta wisata ramah muslim,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Moh. Fattorazi memberikan perspektif mengenai Halal Lifestyle bagi Generasi Z, yang kini menjadi tren global dan gaya hidup sehari-hari bagi generasi muda. Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa FTP Unej tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menangkap peluang industri halal yang kian masif baik di tingkat nasional maupun internasional. (art)

Exit mobile version