
Berdasarkan data yang dihimpun hingga malam ini, dari total 18 anak yang terdampak, beberapa di antaranya harus menjalani rawat inap (opname) dengan rincian sebagai berikut: 4 anak dirawat di RSUK (Rumah Sakit Umum Daerah Kalisat / Rumah Sakit Umum Terkait) 1 anak dirawat di PKM (Puskesmas) Kaliwates 1 anak dirawat di PKM Jember Kidul (Jemkid) Sementara anak-anak lainnya yang mengalami gejala ringan diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Diketahui, pasokan makanan MBG yang menyebabkan keracunan tersebut berasal dari penyedia SPPG Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jl. Teratai. Sikap Tegas Satgas MBG dan Respons Pemerintah Daerah Menanggapi insiden serius ini, Kasatgas MBG Kabupaten Jember yang juga menjabat sebagai Pj. Sekda Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menyampaikan 5 (lima) poin tegas terkait langkah penanganan, sanksi, dan evaluasi ke depan. “ Satgas MBG secara tegas akan meminta penutupan operasional SPPG Mitra Kaliwates 7 Jl. Teratai demi keselamatan bersama dan guna mempermudah proses investigasi,’ kata Achmad Imam Fauzi.
Dia menuturkan, Jejak Penyedia SPPG yang bersangkutan diketahui sudah sering diperingatkan oleh pihak terkait karena kerap masuk dalam kanal aduan masyarakat “Wadul Guse”. Insiden ini menjadi titik puncak evaluasi menyeluruh terhadap vendor tersebut. Satgas melalui jaringan institusi di dalamnya akan bergerak proaktif untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek dan mengaudit kelayakan kondisi dapur-dapur penyedia MBG di seluruh tingkat kecamatan.
“Bapak Bupati Jember Gus Fawait menyampaikan rasa sesal yang mendalam atas terjadinya musibah ini. Pak Bupati mewakili pemerintah daerah juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban serta orang tua murid yang terdampak,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen penuh agar insiden memilukan ini menjadi kejadian yang terakhir kalinya terjadi di wilayah Kabupaten Jember. “Kami berharap dan akan memastikan bahwa kejadian seperti ini adalah kejadian yang terakhir kalinya terjadi di Kabupaten Jember. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami yang tidak bisa ditawar,” tegas Achmad Imam Fauzi. (art)