
SEKARKIJANG.JEMBER – Kabupaten Jember menargetkan produksi padi dikabupaten Jember menjadi 1 juta ton. Target inimerupakan angka psikologis bagi kabupaten Jember. Untuk mencapai angka tersebut Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab Jember melakukan upaya exstra. Diantaranya melakukan pengendalian hama Tikus.
Fajriah Koordinator BPP Bangsalsari mengatakan pengendalian tikus yang paling efektif adalah pemanfaatan Burung Hantu jenis Tyto Alba. Fajriah mengatakan. “Tyto Alba merupakan predator utama tikus. paling efektif dalam mengendalikan hama pengerat ” ucapnya.
Fajriah mengatakan untuk meningkatkan populasi Burung Hantu tersebut kelompok tani dianjurkan memasang Rubuha (Rumah Burung Hantu) atau disebut juga pagupon yang berfungsi sebagai tempat singgah dan beregenerasi.
“Burung Hantu selain sebagai makhluk nocturnal (aktif pada malam hari) juga merupakan makhluk soliter yang lebih suka hidup dan berburu sendirian daripada dalam kelompok” Ucap Fajriah yang merupakan alumni FTP UNEJ.
Moch Kosim Kabid sarana prasarana Penyuluhan pertanian dinas TPHP mendorong masyarakat untuk melakukan pemasangan Rumah Burung Hantu atau pagupon.
Burung hantu khususnya jenis Tyto Alba memiliki daya jelajah yang tinggi mencapai sekitar 12-25 hektar dalam semalam. Satu pasang burung hantu beserta anaknya mampu melindungi lahan pertanian seluas 25 hektar, memakan 2–4 ekor tikus per hari, dan karena insting pemburunya bahkan mampu berburu hingga puluhan ekor tikus per malam. (*)