
Dalam sambutannya, Ketua ICMI Orda Jember Prof. Bambang Kuswandi menegaskan pentingnya mengangkat potensi ekonomi lokal unggulan di Jember seperti tembakau, edamame, kopi, dan batik. Menurutnya, kolaborasi antara kaum cendekiawan dan pesantren harus menjadi motor penggerak utama. “Kita mencoba menjadikan ICMI sebagai jembatan antara pesantren dengan cendekiawan muslim. Selain itu, pembinaan generasi muda juga menjadi fokus utama, di mana pondok pesantren harus menjadi kawah candradimuka,” ujar Prof. Bambang.
Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Jawa Timur, Dr. H. Pitono Nugroho, menyoroti capaian positif ekonomi Jember sekaligus tantangan pengentasan kemiskinan di tengah pertumbuhan yang kompetitif. Ia menyebutkan bahwa PDRB per kapita Jember berada di angka Rp45 juta dengan tingkat kemiskinan yang berhasil ditekan dari 9,1% menjadi 8,8%. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan daerah lain seperti Bojonegoro yang memiliki PDRB per kapita tinggi berkat sektor migas (mencapai sekitar Rp75 juta), namun angka kemiskinannya masih di kisaran 13%.
“Jember punya banyak potensi; sumber daya alam ada cerutu dan edamame. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal dalam pembangunan,” tutur Dr. Pitono, sapaan karibnya. Pertumbuhan ekonomi Jember di angka 5,25% ini sudah bagus,” ungkap Dr. Pitono. Ia mendorong agar Jember bertransformasi menjadi pusat agroindustri karena sektor pertanian, perkebunan, dan perikanannya yang luar biasa.
Dr. Pitono juga menitipkan tiga pesan penting bagi pengurus baru: ICMI sebagai Think Tank: Gerakan intelektualitas, penyadaran, serta sumber gagasan dan solusi. ICMI sebagai Konektor (Connecting) dimana dalam melakukan pengukuran dampak dan menjadi penghubung strategis. ICMI sebagai Innovation Accelerator. ICMI menjadi akselerator inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan “Jember Maju, Jember Baru”. “Pengurus ICMI yang baru dilantik jangan hanya jadi pengurus, tapi jadilah penggerak,” tegasnya.
Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Pemkab Jember, Bobby Arisandy, yang hadir membacakan sambutan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc yang juga ketua dewan penasihat ICMI Orda Jember menyampaikan apresiasi dan pandangan positif terhadap kehadiran ICMI. Pemkab Jember memandang ICMI sebagai “rumah besar” bagi para intelektual untuk mengabdikan gagasan dan pemikiran strategis. “Hari ini adalah momentum memperkuat persaudaraan dan membangun kolaborasi. Cendekiawan harus menjadi kekuatan. Dari forum ini, semoga lahir gagasan besar, inovasi, gerakan sosial, dan karya nyata. Mari kita bangun Jember untuk membawa kesejahteraan bersama,” ujar Bobby membacakan sambutan Bupati.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, ICMI Orda Jember diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah, perguruan tinggi, dan pesantren dalam mengawal pembangunan Kabupaten Jember yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi berbasis kekuatan lokal. (art)