
Ketika membentuk karakter positif yaitu menanamkan perilaku jujur, mandiri, saling menghormati, disiplin, dan gaya hidup sehat. Keempat wahana interaksi social yaitu untuk membangun komunikasi positif dan akrab antara siswa baru, guru, serta tenaga kependidikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN Grujugan, Lantikasari Camawati, S.Sos menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. “Pemerintah menerapkan konsep MPLS Ramah demi memastikan lingkungan sekolah menjadi rumah kedua yang aman. Kegiatan wajib berada di bawah jam pelajaran sekolah biasa, dan hak penuh penyelenggaraan berada di tangan guru, bukan kakak kelas atau OSIS,” ujar Lantikasari.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana MPLS SMAN Grujugan, Rizki Himawan, S.Pd memastikan tidak ada atribut-atribut aneh yang mempermalukan siswa baru selama kegiatan berlangsung. “Untuk tahun ini, siswa senior atau OSIS hanya boleh membantu secara teknis di bawah pengawasan ketat guru. Siswa baru cukup mengenakan seragam sekolah resmi, dilarang dipaksa memakai atribut yang tidak masuk akal atau mempermalukan, dan pastinya bebas perpeloncoan,” tegas Rizki.
Ada yang menarik dalam pelaksanaan MPLS di SMAN Grujugan tahun ini. Pihak sekolah menggandeng berbagai instansi lintas sektor di Kecamatan Grujugan untuk memberikan materi pembekalan, mulai dari POLSEK, KORAMIL, KUA, hingga PUSKESMAS Grujugan.
Kolaborasi ini sengaja dibentuk untuk melahirkan karakter siswa baru yang disiplin, sehat, berwawasan kebangsaan, dan mampu berdaya saing tinggi demi masa depan. Kepala SMAN Grujugan, Suyitno, S.Pd menyampaikan apresiasi dan harapannya atas keterlibatan seluruh pihak dalam menyukseskan agenda tahunan ini. “Semoga dengan adanya pihak-pihak terkait yang ikut berperan serta dalam kegiatan MPLS ini, siswa-siswi kami mampu untuk berubah menjadi pribadi yang baru dan siap untuk meningkatkan prestasinya,” pungkas Suyitno optimis. (art)