
Pada hari pertama, peserta mengikuti pengujian keterampilan individu dan penilaian kelompok yang mencakup materi Kesehatan Remaja, Kesiapsiagaan Bencana, dan Kepemimpinan. Melalui tahapan ini, peserta diuji dalam kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, serta pemahaman mereka terhadap berbagai materi kepalangmerahan yang menjadi bekal dasar seorang relawan muda.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada penyamaan materi Pertolongan Pertama yang dilanjutkan dengan sesi praktik. Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan PMR karena berkaitan langsung dengan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan awal secara cepat, tepat, dan sesuai standar. Keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat saat mengikuti perlombaan, tetapi juga saat peserta terjun membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Ketua Panitia sekaligus Koordinator FORPIS Distrik 6 Kabupaten Jember Tahun 2025/2026, Kayla Khairunnisa Rahmania, menegaskan bahwa latihan gabungan ini bukan sekadar ajang pembinaan teknis, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat solidaritas antarsekolah dan memperkuat semangat kemanusiaan di kalangan anggota PMR Madya.
“Melalui latihan gabungan ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi, menyamakan pemahaman materi, serta memperkuat semangat sebagai relawan muda yang berjiwa kemanusiaan. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal dalam menghadapi perlombaan maupun saat mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujar Kayla.
Latihan gabungan ini menjadi bukti bahwa pembinaan relawan muda di Kabupaten Jember terus berjalan secara berkelanjutan. Melalui FORPIS Distrik 6, semangat kepalangmerahan tidak hanya ditanamkan dalam bentuk teori, tetapi juga dilatih melalui praktik, kerja sama, dan pembentukan karakter. Dari Markas PMI Kabupaten Jember, para anggota PMR Madya ditempa untuk tumbuh menjadi relawan muda yang sigap, peduli, dan siap menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (art)