
Gus Fawait mengatakan keseriusannya dalam membenahi tata kelola PMI di Kabupaten Jember. Jumlah PMI Jember terbanyak kedua di Jawa Timur. Mayoritas berangkat melalui jalur non prosedural.
Beberapa masalah yang dihadapi PMI asal Jember. Diantaranya masalah hukum, di negara tempat kerja. Anak dari pekerja PMI yang tidak terurus, bahkan selepas menjadi PMI kembali ke Indonesia seringkali menganggur.
Data Pemulangan PMI asal Jember pada 2023 terbagi dalam beberapa kasus. Terkendala 57 orang, Cegah tangkal sebanyak 1 orang, sakit sebanyak 4 orang, meninggal dunia sebanyak 22 orang dan Deportasi sebanyak 15 orang.
Ke depan Gus Fawait berkomitmen memberikan perhatian serius pada Pahlawan Devisa Asal Jember. Kepada Calon PMI kami akan memastikan mereka siap fisik dan mental, siap dokumen, siap kemampuan bahasa, siap keterampilan dan memiliki pengetahuan negara tujuan.
Gus Fawait berkomitmen memberikan pendampingan bagi keluarga. “Seperti pendampingan pola asuh dan beasiswa untuk anak anak PMI, Pelatihan kerja dan pemberian jaminan sosial bagi keluarga dan PMI yang sudah purna tugas,” ungkap Gus Fawait kepada media beberapa saat setelah selesainya acara.(wahyu)
