Site icon Sekar Kijang News

HIPMI JEMBER RESMI DILANTIK, SINERGI KONKRET UNTUK JEMBER DAN PERANG MELAWAN KEMISKINAN

SEKARKIJANG.JEMBER – Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember, Sabtu (21/12/2025). Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Jember Holand Sanjaya dan segenap kepengurusan periode 2025-2028 resmi dilantik. Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, beserta jajaran Pimpinan Forkopimda Kabupaten Jember, termasuk Dandim 0824 Jember dan Kapolres Jember. Turut hadir, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf dan perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPC HIPMI Jember terpilih untuk periode 2025-2028, Holand Sanjaya, menegaskan bahwa momen ini jauh melampaui sekadar serah terima jabatan. “Pelantikan ini bukan hanya sekedar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum memperkuat kebersamaan, membangun sinergi, mempertegas peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan perekonomian daerah,” ujarnya.

Holand Sanjaya menyatakan visinya untuk mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya. “Sebagai ketua umum terpilih, kami (saya) terus memajukan HIPMI sebagai wadah pengusaha muda yang aktif, kreatif, berpikiran luas, berkeinginan kuat, berdaya saing global guna mendorong perekonomian daerah.”

Lebih lanjut, ia memaparkan strategi yang akan diusung kedepannya “Menumbuhkan sistem kewirausahaan yang adaptif dan berkelanjutan melalui inovasi digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor, membangun solidaritas dan sinergi antar HIPMI untuk terus menumbuhkan perekonomian daerah.” Ia bertekad menjadikan HIPMI Jember sebagai motor penggerak perubahan yang positif dan semangat kepemimpinan yang berintegritas tinggi.

Di akhir sambutannya, Holand Sanjaya memberikan motivasi khas pengusaha muda, “Sebagai pengusaha muda, kami sadar bahwa mimpi tidak akan pernah berubah jadi kenyataan hanya karena selalu dipikirkan, siapa yang berani melangkah dia akan bertahan, siapa yang berani ambil resiko maka ia punya mental yang akan terus maju,” Jelasnya.

Dukungan dan arahan strategis datang dari Ketua BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf. Ia membuka sambutannya dengan apresiasi, “Tepuk tangan untuk teman-teman semuanya bahwa teman-teman bisa menunjukkan bahwa BPC HIPMI Kabupaten Jember memang memfokuskan kekeluargaan dan yang paling dipikir bagaimana kita bisa mencetak para pengusaha muda di Kabupaten Jember.”

Ahmad Salim Assegaf kemudian memberikan tiga pesan konkret yang langsung menyasar praktik organisasi. “Teman-teman, bikin program gak usah terlalu muluk-muluk. Yang penting adalah hari ini tanda awal untuk bagaimana kita bisa gaspol untuk menjalankan organisasi (BPC HIPMI) di Kabupaten Jember.”

Konsolidasi merupakan langkah pertama untuk merumuskan program nyata kedepannya, “Pertama, saya ingin titip adalah laksanakan konsolidasi organisasi. Duduk, bertemu, dan diskusi dengan teman-teman. Kedua adalah membuat program kerja yang konkret nyata. Tidak perlu membuat program kerja yang ceremonial semata tapi tidak berdampak untuk anggota, tidak berdampak untuk pengusaha muda yang ada di Jember,” Tegasnya.

Pesan ketiganya menekankan pada partisipasi aktif. “Terpenting, teman-teman harus aktif jika merasa HIPMI bisa memberikan manfaat. HIPMI tidak bisa memberikan manfaat jika teman-teman tidak aktif. Tapi kalau semua aktif berkolaborasi bersama maka dampak positifnya ke kita semua.”

Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk bersinergi diungkapkan langsung oleh Bupati Muhammad Fawait. Pemilihan lokasi pelantikan di Pendopo Wahyawibawagraha pun sarat makna implisit. “Mungkin tempat yang lebih bagus dibanding Pendopo di Jember ini banyak (untuk pelantikan), tapi paling tidak ketika kami setuju ditaruh di tempat ini (Pendopo) artinya Pemkab Jember ke depan berkomitmen bergandengan tangan dengan HIPMI Kabupaten Jember,” tegasnya.

Gus Fawait juga menyambut baik dan setuju arahan dari Ketua HIPMI Jatim. “Saya setuju apa yang disampaikan Ketua HIPMI Jawa Timur tadi. Tidak perlu bikin program yang muluk-muluk sampai tembus langit itu tidak perlu, yang penting konkret.” Pernyataan ini langsung dikaitkannya dengan tantangan nyata yang dihadapi Jember.

Dengan lugas, Bupati membuka data dan fakta yang menjadi pekerjaan besar terhadap penduduk Kabupaten Jember “Masalah di Jember hari ini adalah kemiskinan ekstrim di Kabupaten Jember itu terbesar se-Jawa Timur. Secara absolut, kemiskinan di Jember ini terbanyak kedua di Jawa Timur.” ujarnya.

Di sinilah peran HIPMI diharapkan bisa menjadi solusi. “Maka dengan hadirnya HIPMI Kabupaten Jember, maka saya berharap ada program konkret bagaimana memancing munculnya usaha-usaha baru dan ada program-program yang langsung bisa membantu pemerintah Kabupaten Jember untuk pengentasan kemiskinan ekstrim.”

Bupati Fawait menutup sambutannya dengan ucapan selamat dan komitmen terbuka, “Sekali lagi selamat dan sukses, Pemkab Jember siap bersinergi, Pemkab Jember siap menunggu program konkret dari HIPMI Kabupaten Jember.”

Exit mobile version