
Ketua Panitia sekaligus Presidium Sidang Musda II ICMI Orda Jember, Rachmad Hidayatullah, menjelaskan bahwa usulan tersebut bukan tanpa alasan. Rekomendasi ini lahir dari kajian mendalam di berbagai bidang untuk mendukung pembangunan Jember yang berkelanjutan.
Berikut adalah poin-poin rekomendasi resmi Musda II ICMI Orda Jember yang terbagi dalam tiga bidang utama:
- Bidang Agroindustri: Dari Sayur Pakis hingga Smart Farming
Rachmad Hidayatullah memaparkan bahwa sektor pertanian dan hilirisasi menjadi sorotan utama para cendekiawan Jember. Terdapat tiga rekomendasi kunci di bidang ini:
- Sayur Pakis Menjadi Ikon Kuliner Ber-IG ICMI mendorong hilirisasi produk pertanian dengan mengangkat Sayur Pakis sebagai ikon kuliner khas Jember yang bersertifikat Indikasi Geografis (IG). Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk memperkuat posisi Jember sebagai lumbung pangan sekaligus pusat wisata kuliner berbasis kearifan lokal.
- Kedaulatan Pupuk dan Pertanian Berkelanjutan Menyikapi kelangkaan pupuk kimia, ICMI merekomendasikan pendampingan intensif bagi petani untuk beralih ke pupuk organik atau hayati. Hal ini penting demi menjaga kesuburan tanah Jember dalam jangka panjang sekaligus mewujudkan kemandirian sektor pertanian.
- Pemanfaatan Agroteknologi untuk Generasi Muda Mendorong implementasi smart farming dan mekanisasi pertanian berbasis riset. Selain meningkatkan produktivitas, langkah modernisasi ini diharapkan mampu menarik minat generasi milenial dan Gen Z untuk terjun ke sektor agrobisnis.
- Bidang Kebijakan Publik: Digitalisasi dan Pengentasan Stunting
Di sektor tata kelola pemerintahan dan sosial, ICMI Orda Jember menekankan pentingnya kehadiran negara yang efisien dan responsif melalui tiga usulan:
- Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Digital (Smart Governance): Mendorong Pemkab Jember untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik melalui integrasi sistem digital yang inklusif hingga ke tingkat desa.
- Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Stunting: Merekomendasikan program kolaboratif berbasis riset yang mempertemukan ICMI, perguruan tinggi di Jember, dan pemerintah daerah untuk menekan angka stunting serta memberdayakan ekonomi umat.
- Peningkatan Kualitas SDM: Mendisposisikan kebijakan anggaran daerah yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan di pesantren, madrasah, dan sekolah umum guna mencetak generasi muda Jember yang berdaya saing global dan berakhlakul karimah.
- Bidang Isu Lingkungan: Pengelolaan Sampah Mandiri dan Proteksi Alam
Menyadari potensi bencana dan tantangan ekologis di Jember, ICMI merumuskan rekomendasi lingkungan yang bersifat struktural dan kultural:
- Manajemen Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Budaya Mandiri: ICMI mendesak perubahan paradigma dari sistem lama (kumpul-angkut-buang) menjadi penyelesaian sampah sedekat mungkin dari sumbernya. Pola ini mengintegrasikan infrastruktur dan perubahan perilaku yang diadopsi secara berjenjang, mulai dari Tingkat Keluarga (Hulu Utama), Tingkat RT/RW (Sinergi Komunitas), hingga Lembaga Pemerintah dan Swasta sebagai role model serta regulator.
- Mitigasi Bencana Lereng Argopuro & Raung: Mendesak penegakan hukum yang tegas serta moratorium terhadap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan resapan air demi mencegah bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
- Penyelamatan Ekosistem Pesisir Selatan: Rekomendasi tegas untuk melindungi kawasan pesisir selatan Jember dari eksploitasi tambang yang merusak lingkungan, sekaligus mendorong peralihan ke pengembangan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui rilis rekomendasi ini, ICMI Orda Jember berharap Pemkab Jember beserta pemangku kebijakan terkait dapat mengadopsi cetak biru pemikiran para cendekiawan ini demi kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Jember secara menyeluruh. (art)