
Puluhan peserta dari unsur akademisi, pemangku kebijakan, pelaku dunia usaha dan sektor keuangan hadir mengiktu kegiatan tersebut. Misalnya saja dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bappeda Jember, Bappeda Situbondo dan Bappeda Situbondo. “Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, acara ini bisa terselenggara pada hari ini, tepat pekan terakhir akhir tahun 2025. Semoga menghasilkan output pemikiran terbaik, operasional guna mendorong perekonomian regional di wilayah Jember dan sekitarnya”, kata Dr. Isti Fadah, M.si., Ketua ISEI Cabang Jember saat memberikan sambutan.
“Kabupaten Jember, Lumajang, Situbondo dinahkodai orang muda, energik, langkah dan pemikirannya banyak kita temukan di media sosialnya. Menarik kita kaji bersama bagaimana ekonomi antar kabupaten tersebut”, ungkap Nursalim, selaku moderator, memulai acara diskusi. Tiga narasumber hadir membarikan laporan dan pandanganya, yakni: Claresta Islamey, Manajer Fungsi Data, Statistik, Ekonomi dan Keuangan, Bank Indonesia Jember. Kedua, Muhammad Zuhdi, perwakilan Bappeda Jember dan Yulia Indrawati, Sekretaris ISEI Cabang Jember.
Muhammad Zuhdi, menyampaikan visi misi Bupati Muhammad Fawait terkait perekonomian Jember kedepan. “Akses Jember mulai terbuka dengan mengaktifkan Bandara Notohadinegoro, dengan dua rute Jember – Jakarta dan Jember – Denpasar. Flay over Mangli, penataan pedagang kaki lima (PKL) alun-alun, wisata Papuma integrasi ke satu tiket, dan tentu saja, tembakau, cerutu, edamame, kopi kita harapkan tahun mendatang meningkat”, paparnya.
Claresta Islamey memamaparkan data data statistik terbaru, terkait ekonomi yang terjadi di wilayah Bank Indonesia Jember. Menurutnya, Situbondo, Bondowoso. (tim)