Sekar Kijang News

JELANG MUSIM GILING 16 MEI, APTR PG GLENMORE BERHARAP TARGET PRODUKSI 1 JUTA TON DAN RENDEMEN TINGGI TERCAPAI

SEKARKIJANG.BANYUWANGI – Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Glenmore menaruh harapan besar pada musim giling tebu tahun 2026 yang dijadwalkan mulai dibuka lusa, Sabtu (16/05/2026). Selain menargetkan kelancaran operasional, para petani berharap kualitas rendemen tahun ini jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Ketua APTR PG Glenmore, Siswono, menyatakan bahwa kesiapan armada dan teknis di lapangan terus dimatangkan agar proses giling berjalan sesuai jadwal. Ia berharap volume tebu yang digiling pada musim ini mampu menembus angka di atas 1 juta ton.
Di tengah situasi dunia yang menantang, Siswono menekankan pentingnya kelancaran proses Tebang Muat dan Angkut (TMA). Menurutnya, koordinasi yang solid sangat diperlukan mengingat adanya tekanan dari krisis energi global. “Kami berharap proses TMA berjalan tanpa kendala berarti. Kelancaran arus tebu dari lahan ke pabrik adalah kunci untuk menjaga kesegaran tebu sehingga rendemen yang dihasilkan bisa maksimal,” ujar Siswono.
Rendemen atau kadar gula dalam batang tebu menjadi perhatian utama. Siswono, yang juga merupakan anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra ini, berharap hasil panen tahun ini mampu membayar kekecewaan petani pada musim lalu.
“Semoga panen tahun ini bisa jadi obat panen lalu yang rendemennya rendah. Kami ingin petani merasakan hasil yang setimpal dengan kerja keras mereka di lahan,” imbuhnya.
Selain faktor teknis di lapangan, kondisi geopolitik internasional turut membayangi industri gula nasional. Penutupan Selat Hormuz yang memicu krisis energi global telah berdampak signifikan pada naiknya biaya produksi.
Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian APTR antara lain karena Kenaikan Harga Solar Industri. Biaya transportasi dan operasional alat berat melonjak tajam.
Harga kebutuhan pendukung lainnya ikut melambung sebagai efek domino krisis energi.
Mengingat biaya operasional yang membengkak, Siswono berharap HPP gula musim ini dapat disesuaikan lebih tinggi agar petani tetap mendapatkan margin keuntungan yang layak.
“Dengan segala tantangan biaya yang melonjak tajam, kenaikan HPP gula menjadi hal yang realistis untuk diperjuangkan. Kami optimis, jika rendemen tinggi dan harga berpihak pada petani, kesejahteraan mereka akan tetap terjaga di tengah krisis ini,” tutup Siswono.

Exit mobile version