
Gagasan visioner tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Dewan Pakar ICMI Orda Jember, Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Akt., saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Musyawarah Daerah (Musda) II ICMI Orda Jember yang berlangsung di Ruang Prajamukti Pemkab Jember, Sabtu, 27 Juni 2026.
Orasi ilmiah ini menyoroti strategi besar dalam mengakselerasi Kabupaten Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan berkelanjutan di kawasan Tapal Kuda.
Dalam paparannya, Prof. Dwi Cahyono menggarisbawahi posisi strategis Jember yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus pusat intelektual di kawasan utara dan timur Jawa Timur (Tapal Kuda). Modal manusia (human capital) Jember sangat melimpah, didukung oleh keberadaan lebih dari 20 perguruan tinggi serta ratusan pondok pesantren.
Namun, di balik potensi raksasa tersebut, Prof. Dwi menyoroti adanya paradoks pembangunan yang masih terjadi.
“Kita dihadapkan pada realitas di mana potensi intelektual dan sumber daya yang besar ini belum sepenuhnya mampu menurunkan angka kemiskinan secara drastis maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal,” ujar Prof. Dwi Cahyono.
Untuk memotong mata rantai paradoks tersebut, ia menegaskan bahwa peran kaum cendekiawan harus diresolusi. “Cendekiawan tidak cukup hanya menjelaskan keadaan, tetapi harus ikut memperbaiki keadaan,” tegasnya. ICMI harus memposisikan diri sebagai hub (pusat) kolaborasi strategis yang mempertemukan dunia kampus dengan pesantren, mengawinkan hasil riset dengan kebijakan pemerintah, serta menghubungkan UMKM dengan akses pasar.
Sebagai bentuk nyata dari gerakan transformasional, Prof. Dwi Cahyono merumuskan empat pilar program kerja strategis yang harus menjadi fokus utama ICMI Jember ke depan:
- Pendidikan Berkelanjutan
Fokus pada penguatan pendidikan vokasi cendekia, program santripreneur, penyaluran beasiswa tepat sasaran, peningkatan literasi digital, serta membangun ekosistem link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
- Ekonomi dan Agroindustri
Mendorong hilirisasi komoditas unggulan lokal, memfasilitasi UMKM agar naik kelas, modernisasi koperasi, serta percepatan sertifikasi produk untuk memperluas jangkauan pasar.
- Teknologi dan Inovasi
Penerapan teknologi tepat guna seperti smart farming berbasis data komoditas yang akurat, pembentukan laboratorium inovasi, serta digitalisasi UMKM secara masif.
- Pemberdayaan Sosial dan Lingkungan
Aksi nyata penanganan stunting, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan literasi keuangan syariah, optimalisasi wakaf produktif, hingga pembentukan proyek percontohan “Desa Cendekia”.
Roadmap Gerakan 5 Tahun Menuju Pusat Tapal Kuda
Agar gagasan ini tidak sekadar menjadi wacana, Sekretaris Dewan Pakar ini juga memaparkan peta jalan (roadmap) taktis yang terukur untuk masa bakti lima tahun ke depan:
- Jangka Pendek (0–1 Tahun): Focus on Foundation
Fokus pada pembentukan forum kebijakan, penyusunan database cendekiawan, penerbitan policy brief sebagai rekomendasi kebijakan publik, pemetaan isu-isu krusial daerah, serta menginisiasi pembentukan Dana Abadi Cendekia.
- Jangka Menengah (1–3 Tahun): Incubation & Implementation
Memulai proses inkubasi UMKM sektor agroindustri, menjalankan program vokasi cendekia dan santripreneur, melakukan riset terapan yang aplikatif, serta menggelar Forum Tahunan Tapal Kuda.
- Jangka Panjang (3–5 Tahun): Regional Impact
Mendirikan Pusat Studi Tapal Kuda dan Pusat Inovasi Agroindustri, memperluas jejaring kolaborasi lintas kabupaten, serta menyelenggarakan Konferensi Tahunan ICMI se-Tapal Kuda guna memantapkan posisi Jember sebagai motor penggerak kawasan.
Melalui arah baru ini, Musda II ICMI Orda Jember di Ruang Prajamukti diharapkan menjadi titik balik bagi para akademisi, praktisi, dan ulama yang bernaung di bawah ICMI untuk lebih membumi, progresif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Jember dan sekitarnya. (art)