
SEKARKIJANG.JEMBER — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember menggelar koordinasi lanjutan penyaluran pupuk bersubsidi di Queen Cafe Tegal Besar, Kamis (29/01/2026), untuk mempercepat distribusi dan menyikapi dinamika penyaluran di lapangan. Rapat dihadiri Kepala DTPHP Jember Muhammad Jamil, Pupuk Indonesia (PI) Jember, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), dan PPTS.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPHP Jember, Moh. Kosim, menyatakan bahwa untuk mengatasi kendala distribusi, Jember memperoleh tambahan pasokan pupuk dari Pupuk Indonesia. Total bantuan pasokan dari PI Pusat mencapai 10.000 ton untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan rincian 2.000 ton untuk Jawa Tengah dan 8.000 ton untuk Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 ton atau 30 persen dialokasikan untuk Kabupaten Jember. “Tambahan ini dalam rangka memastikan petani Jember mendapatkan pupuk. Permintaan bantuan pasokan juga disampaikan langsung oleh Bupati kepada PI Pusat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) telah selesai dilakukan. Sistem e-RDKK berada di bawah kewenangan Kementerian Pertanian dan portal pemutakhiran sempat dibuka pada 12–20 Januari 2026. “Pemutakhiran sudah dilakukan dan ditutup oleh Kementerian. Ke depan biasanya akan dibuka lagi dalam tiga sampai empat bulan untuk pembaruan dan validasi lanjutan,” katanya.
Mengenai pengawasan penyaluran di lapangan DTPHP menyatakan tetap berjalan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tim verifikasi-validasi. “Nah di situ ada tim verval, untuk memastikan bahwa penebusan pupuk itu sesuai dengan NIK yang ada di KK” tambahnya.
Perwakilan pihak terkait, Pak Luhur, menyebut situasi distribusi pupuk di awal tahun kerap memunculkan gejolak informasi yang memperkeruh keadaan. “Ini mungkin kejadian-kejadian hampir setiap awal tahun seperti ini dan ini anomali seperti biasa banyak pihak-pihak yang sekadar untuk mencari tahu ataupun membuat situasi menjadi panas. Kita harapkan tidak seperti itu,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas pihak dan pemanfaatan data wilayah, untuk kedepannya diharapkan menjadi simpul silaturahmi dan simpul koordinasi. “Di kita ini banyak sumber-sumber data yang terhimpun di masing-masing wilayah dan juga banyak sumber data yang berkaitan dengan jumlah petani ataupun kelompok tani. Sehingga kalau itu disinergikan dengan rencana penyaluran, saya pikir ini bisa mengatasi kendala-kendala yang sering kali muncul di wilayah,” lanjutnya.
Pak Luhur juga menepis anggapan kelangkaan pupuk, dan menilai lonjakan permintaan lebih dipicu kepanikan pasar. “Sebenarnya kalau pupuk itu tidak akan langka. Hanya mungkin prosesnya adalah dengan berita-berita yang ramai sehingga memunculkan panic buying. Nah inilah yang membahayakan,” Sambungnya.
Data penyaluran terbaru menunjukkan stok pupuk di Jember mulai normal. Tambahan pasokan 3.000 ton dari Pupuk Kaltim telah masuk dan distribusi berjalan lancar. Hingga saat ini, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tercatat Urea telah tersalurkan 10 persen dari alokasi 2026 atau 6.940 ton, NPK 15 persen atau 8.576 ton, serta pupuk organik 38 ton dari total alokasi 233 ton.
Total alokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Jember tahun 2026 meliputi Urea 67.335 ton, NPK 56.403 ton, NPK formula khusus 5 ton, pupuk organik 233 ton, dan ZA 126 ton, dengan total keseluruhan 124.102 ton. Realokasi antar kecamatan maupun antar kabupaten dimungkinkan jika terjadi kekurangan dengan mengacu pada data RDKK.