
Pada sesi kehumasan, peserta dilatih menyusun reportase kegiatan atau report tase secara sistematis, mulai dari pengumpulan data, observasi lapangan, hingga penyusunan berita yang informatif, objektif, dan mudah dipahami masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan agar relawan KSR mampu mendokumentasikan setiap kegiatan PMI secara professional,” kata Narto, STP, MM pemateri tentang teknik reportase.
Selain itu, pelatihan pengambilan gambar menjadi bagian penting dalam Latgab ini. Peserta diberikan materi teknik dasar fotografi dokumentasi, seperti komposisi gambar, pencahayaan, dan pengambilan momen penting dalam kegiatan kemanusiaan. “Sehingga hasil dokumentasi dapat mendukung publikasi dan laporan resmi PMI,” Imbuh Syaiful Kusmandani, pamteri kedua tentang teknik dasar fotografi.
Materi lain yang tidak kalah penting adalah pemahaman tentang bantuan non tunai. Para peserta dikenalkan pada sistem penyaluran bantuan yang lebih transparan dan efisien, sehingga dapat membantu mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua panitia latihan gabungan KSR PMI Wachid Budi Santoso menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan di bidang kehumasan dan dokumentasi sangat penting bagi relawan KSR. “Relawan tidak hanya bergerak dalam aksi kemanusiaan, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara benar dan membangun kepercayaan publik melalui dokumentasi yang baik,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Latihan Gabungan KSR PMI se-Kabupaten Jember ini, diharapkan seluruh relawan semakin profesional, sigap, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi serta sistem bantuan kemanusiaan modern. (calvin aji gautama)