
Dalam kegiatan tersebut, para peserta ditempa untuk memperdalam materi ke-HMI-an, metodologi pelatihan, serta kemampuan mengelola proses kaderisasi mulai dari Latihan Kader I (LK I), LK II hingga LK III. Instruktur BPL dinilai memegang posisi strategis karena menjadi garda depan dalam menjaga kualitas kader dan kesinambungan organisasi.
Presidium MD KAHMI Jember, Narto, menegaskan bahwa instruktur BPL merupakan ujung tombak kaderisasi HMI. Karena itu, mereka harus memiliki penguasaan materi yang matang sekaligus kemampuan mengelola latihan kader secara komprehensif.
“Instruktur BPL adalah ujung tombak kaderisasi HMI. Mereka harus mampu mengelola LK I, LK II, hingga LK III dengan baik. Untuk itu, penguasaan materi ke-HMI-an harus benar-benar kuat,” tegas Narto saat menutup kegiatan SC HMI Cabang Jember.
Senior Course tahun ini diikuti 17 peserta, dan 13 orang dinyatakan lulus. Dari jumlah tersebut, tujuh peserta berasal dari Jember, sementara peserta lainnya datang dari sejumlah daerah seperti Makassar, Cilegon, Bangkalan, dan Banyuwangi. Kehadiran peserta lintas daerah itu menandai besarnya antusiasme kader HMI terhadap penguatan instruktur kaderisasi.
Ketua HMI Cabang Jember, Ahmad Ridwan, menyebut kembalinya Senior Course setelah delapan tahun vakum bukan sekadar menjalankan agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari upaya serius untuk membangun kembali tradisi kaderisasi yang kuat di tubuh HMI Cabang Jember.
“Senior Course ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan kaderisasi tingkat lanjut di HMI Cabang Jember. Kami ingin memastikan proses pembinaan kader berjalan lebih sistematis, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPL HMI Cabang Jember, Faisal, menilai keberhasilan penyelenggaraan SC 2026 menjadi modal besar bagi HMI Cabang Jember untuk menyiapkan instruktur yang tidak hanya paham materi, tetapi juga mampu menjadi penggerak kaderisasi di berbagai tingkatan.
Menurutnya, lulusan Senior Course diharapkan dapat langsung mengambil peran dalam memperkuat proses latihan kader di lingkungan HMI, sekaligus menjadi penghubung lahirnya kader-kader baru yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan semangat perjuangan.
Kembalinya Senior Course setelah vakum panjang ini menjadi sinyal kuat bahwa HMI Cabang Jember tengah membangun fondasi kaderisasi yang lebih kokoh. “Dengan instruktur BPL yang terlatih dan siap diterjunkan, HMI Cabang Jember menatap proses kaderisasi ke depan dengan optimisme baru,” imbuh Ahmad Ridwan, Ketua Umum HMI Cabang Jember. (art)