
Dalam penjelasannya, Marisa menekankan bahwa di era digital yang penuh dengan tekanan media sosial, seorang ibu atau calon ibu harus memiliki kesehatan mental yang stabil. “Mencintai diri sendiri atau self-love bukanlah tindakan egois, melainkan fondasi agar perempuan mampu menjalankan perannya dengan bahagia tanpa merasa terbebani oleh standar semu di dunia digital,” ujar Marisa di hadapan para peserta.
Melengkapi pembahasan dari sisi medis, Ines Ranti Pravitasari, STr.Keb, M.KM, hadir membawakan materi mengenai Kesehatan Reproduksi. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan organ reproduksi sebagai investasi jangka panjang bagi perempuan, terutama dalam menghadapi tantangan gaya hidup modern.
Apresiasi bagi Anggota Forhati Momentum peringatan Hari Ibu ini juga menjadi ajang penghargaan bagi para kader senior. Dalam kesempatan tersebut, panitia memberikan reward khusus kepada sepuluh anggota Forhati Jember. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendampingi organisasi serta peran aktif mereka di masyarakat.
Liliana Kartika Sari, SE Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa sinergi antara alumni (KAHMI/Forhati) dan kader aktif (HMI/Kohati) melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual perempuan di Jember. “Acara ini untuk menunjukkan bahwa perempuan, khususnya seorang ibu juga memiliki peran besar dalam membangun Kesehatan mental di era digital,” kata Lili, sapaan karib Liliana Natsir.
Dr. Fauziyah, SH, MH Koordinator Presidium MD KAHMI Jember menuturkan Peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum bagi keluarga besar KAHMI dan HMI untuk merefleksikan kembali peran strategis perempuan dalam membangun peradaban. “Melalui sinergi lintas generasi ini, kita ingin memastikan bahwa kader-kader perempuan kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dalam menghadapi disrupsi digital yang kian masif.”
Sementara itu, Dwi Ari Handayani – Koordinator Forhati Jember menjelasan Forhati hadir untuk memberikan ruang apresiasi dan edukasi bagi para ibu dan calon ibu. “Di tengah tantangan zaman digital, menjaga kesehatan mental dan memahami kesehatan reproduksi adalah kunci kemandirian perempuan. Pemberian reward kepada sepuluh anggota Forhati hari ini juga merupakan simbol bahwa dedikasi perempuan dalam ranah domestik maupun publik patut mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya,” ujarnya. (tim)