
Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM yang tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Identitas merek, desain kemasan, kelengkapan informasi label, hingga tampilan visual menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan kesiapan produk untuk menembus pasar yang lebih luas.
Tim pengabdian POLIJE yang diketuai Aditya Wahyu Winadi Atmajaya bersama tim mengidentifikasi sejumlah persoalan yang dihadapi mitra. Sedikitnya terdapat tujuh persoalan utama, yakni branding yang belum kuat dan konsisten, desain kemasan masih sederhana, label belum informatif, kualitas cetak belum seragam, keterbatasan media promosi visual, rendahnya pemahaman teknis kemasan, serta belum optimalnya pemanfaatan TeFa Grafika.
Melalui program tersebut, TeFa Grafika tidak hanya difungsikan sebagai tempat praktik mahasiswa. Fasilitas tersebut dikembangkan menjadi ruang edukasi, desain, prototyping, hingga produksi terbatas yang mempertemukan pengetahuan vokasi dengan kebutuhan nyata dunia usaha.
Tahapan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra. Tim melakukan observasi terhadap kondisi awal produk, kemasan, informasi label, identitas merek, serta media promosi yang selama ini digunakan.
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan materi pelatihan dan penentuan prioritas desain yang perlu diperbaiki.
Pelatihan difokuskan pada penguatan branding, desain kemasan, penyusunan label informatif, serta pengembangan media promosi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai nama merek, logo, pemilihan warna, tipografi, konsistensi identitas visual, fungsi kemasan, keterbacaan label, hingga keterkaitan bentuk kemasan dengan karakter produk.
Pendampingan juga dilakukan secara langsung pada proses desain digital. Mitra bersama tim melakukan review layout, dieline, palet warna, tipografi, pengaturan informasi, serta mengevaluasi keterbacaan desain sebelum masuk ke tahap produksi.
Desain yang telah dikembangkan kemudian diterjemahkan dalam bentuk mock-up, prototipe, dan cetak terbatas. Sejumlah luaran yang dihasilkan antara lain stand-up pouch, folding box atau karton lipat, label/stiker, proof desain, serta contoh berbagai material kemasan.
Program pengabdian tersebut menghasilkan capaian yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata nilai pre-test peserta meningkat dari 53,00 menjadi 88,00, atau mengalami kenaikan sebesar 66,04 persen.
Dari 20 peserta, sebanyak 17 peserta atau 85 persen telah memiliki desain/label baru. Sementara itu, 16 peserta atau 80 persen telah memiliki file siap cetak sekaligus mock-up/proof. (art)