Sekar Kijang News

POLIJE DORONG UMKM KERIPIK SINGKONG B. TAUFIK BONDOWOSO NAIK KELAS LEWAT TEKNOLOGI DAN DIGITAL MARKETING

SEKARKIJANG.BONDOWOSO – Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui tim dosen pengusul mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Keripik Singkong “B. Taufik” di Desa Jatitamban, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, untuk meningkatkan daya saing melalui penerapan teknologi produksi dan strategi digital marketing.

Tim pengusul dari Polije Jember terdiri atas Muhammad Bahanan, S.E., M.M., Ahmad Haris Hasanuddin Slamet, S.TP., M.P., Lukman Hakim, S.Kom., M.Kom., Irzaq Galuh Pranata, S.P., M.P., dan Waridad Umais Al Ayyubi, S.E., M.M.

UMKM Keripik Singkong “B. Taufik” merupakan salah satu usaha pangan lokal yang telah berdiri sejak 2005. Usaha yang mengolah singkong menjadi produk keripik tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang, namun masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek produksi dan pemasaran.

“Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim melihat penggunaan peralatan produksi yang masih tradisional menjadi salah satu kendala utama. Proses pemotongan singkong yang dilakukan secara manual membuat kapasitas produksi relatif rendah, efisiensi kerja belum optimal, serta menghasilkan irisan dengan ketebalan yang belum seragam,” tutur

Muhammad Bahanan, S.E., MM, Ketua Tim Pengusul dari Polije.

Berdasarkan hasil observasi, UMKM B. Taufik rata-rata baru mampu mengolah sekitar 50 kilogram singkong per hari. Padahal, dengan dukungan teknologi yang tepat, potensi kapasitas produksi dapat ditingkatkan hingga sekitar 200 kilogram per hari.

“Penerapan teknologi produksi menjadi salah satu solusi penting agar kapasitas produksi meningkat, proses kerja lebih efisien, dan kualitas produk lebih seragam,” demikian latar belakang kegiatan pengabdian tersebut.

Solusi yang ditawarkan salah satunya berupa penerapan mesin pemotong singkong. Teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses produksi sekaligus menghasilkan irisan singkong yang lebih seragam sehingga kualitas keripik dapat lebih terjaga.

Tidak hanya menyasar sektor produksi, program ini juga memberikan perhatian besar pada aspek pemasaran. Selama ini, UMKM B. Taufik masih menggunakan kemasan sederhana dan mengandalkan pemasaran konvensional. “Pemanfaatan media digital juga belum dilakukan secara optimal,” imbuh Ahmad Haris Hasanuddin Slamet, S.TP., M.P.

Karena itu, tim Polije memberikan pendampingan dalam modernisasi desain kemasan serta pengembangan strategi pemasaran digital. Produk akan diperkuat melalui pembuatan website landing page dan optimalisasi media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Kegiatan tidak berhenti pada pemberian peralatan dan pembuatan media promosi. Mitra juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar mampu mengoperasikan teknologi produksi serta mengelola pemasaran digital secara mandiri dan berkelanjutan.

Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dan koordinasi dengan mitra, perencanaan kegiatan, pelatihan penggunaan teknologi produksi, pendampingan digital marketing, monitoring dan evaluasi, hingga sosialisasi keberlanjutan program.

Keterlibatan aktif pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, setelah program selesai, teknologi dan strategi pemasaran yang telah diterapkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara mandiri oleh UMKM B. Taufik.

Sejumlah luaran ditargetkan dari kegiatan ini, antara lain tersedianya mesin pemotong singkong, meningkatnya kemampuan mitra dalam menggunakan teknologi produksi, tersedianya desain kemasan yang lebih modern, serta hadirnya website landing page dan akun media sosial yang aktif dan informatif.

Program ini juga menargetkan luaran berupa publikasi artikel pengabdian, publikasi media massa, video kegiatan, serta peningkatan keberdayaan UMKM.

Melalui penerapan teknologi produksi yang lebih modern dan pemasaran berbasis digital, UMKM Keripik Singkong “B. Taufik” diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing usaha. (art)

Exit mobile version