
SEKARKIJANG.JEMBER – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap perlindungan kesehatan masyarakat, Balai POM di Jember bekerja sama dengan KORPRI menyelenggarakan Vaksinasi HPV Tahap yg 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional “Sejuta Vaksin HPV bagi ASN”, yang juga dibuka secara luas untuk masyarakat umum.
Urgensi Pencegahan Kanker Serviks
Pelaksanaan vaksinasi ini didasari oleh urgensi pencegahan kanker serviks di Indonesia. Infeksi Human Papillomavirus (HPV) masih menjadi penyebab utama kematian pada perempuan, padahal penyakit ini sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi sejak dini.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat dari lonjakan jumlah peserta. Pada tahap pertama, tercatat sebanyak 275 peserta, sementara pada tahap kedua ini jumlahnya meningkat menjadi 324 peserta. Peningkatan ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi kesehatan jangka panjang.
Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, S. Farm., Apt menekankan bahwa kelengkapan dosis adalah kunci. “Vaksinasi tahap kedua ini memiliki peran penting untuk memastikan efektivitas perlindungan yang optimal. Kekebalan tubuh terhadap virus HPV hanya akan terbentuk sempurna jika peserta menyelesaikan jadwal pemberian vaksin secara tuntas,” jelasnya.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan implementasi dari semangat BPOM Berdampak. Program ini mencerminkan tiga filosofi kerja utama Badan POM:
- Menjulang, yaitu menghadirkan standar pelayanan kesehatan yang tinggi dan berkualitas.
-
Membumi yaitu hadir langsung di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan kesehatan yang riil.
3.Mengakar yaitu membangun kesadaran jangka panjang agar pencegahan penyakit menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat.
Sarana Edukasi Sejak Dini
Selain memberikan akses vaksin yang terjangkau dan informatif, Balai POM di Jember juga menjadikan momentum ini sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya deteksi dini. Dengan memperluas cakupan vaksinasi, diharapkan angka kejadian kanker serviks di Indonesia dapat menurun secara drastis.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi yang terbukti aman dan bermutu. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” tutup Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, S. Farm., Apt. (*)