Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APTR DAN PG GLENMORE DUDUK BERSAMA EVALUASI MUSIM GILING 2026, TRANSPARANSI RENDEMEN JADI SOROTAN

    Juli 20, 2026

    GANDENG POLSEK HINGGA PUSKESMAS, SMAN GRUJUGAN CETAK GENERASI UNGGUL LEWAT MPLS 2026

    Juli 17, 2026

    PERKUAT BASIS DATA SEKOLAH, RELAWAN KSR PMI JEMBER GELAR PENDATAAN SMP/MTS SE-KABUPATEN

    Juli 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Sekar Kijang NewsSekar Kijang News
    • Log In
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    SUBSCRIBE
    • News
    • Cangkruk
    • Ekonomi
    • Entertainment
    • Ragam
    Sekar Kijang NewsSekar Kijang News
    Home » APTR DAN PG GLENMORE DUDUK BERSAMA EVALUASI MUSIM GILING 2026, TRANSPARANSI RENDEMEN JADI SOROTAN
    News

    APTR DAN PG GLENMORE DUDUK BERSAMA EVALUASI MUSIM GILING 2026, TRANSPARANSI RENDEMEN JADI SOROTAN

    Sekar Kijang 2By Sekar Kijang 2Juli 20, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    SEKARKIJANG.JEMBER – Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Glenmore bersama manajemen Pabrik Gula (PG) Glenmore menggelar forum silaturahmi dan evaluasi musim panen serta giling tebu 2026 di Gapuro Cafe dan Restoran, Minggu (19/7/2026). Pertemuan berlangsung terbuka dengan tujuan mencari solusi atas masih stagnannya capaian rendemen tebu yang menjadi perhatian para petani.

    Ketua APTR PG Glenmore, Siswono, menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk saling menyalahkan, melainkan membangun komunikasi yang konstruktif antara petani dan pihak pabrik.

    “Kami datang bukan untuk menghakimi, tetapi mencari solusi bersama. Saat ini kondisi iklim mendukung dan kematangan tebu juga sudah baik. Karena itu kami mempertanyakan mengapa rendemen masih stagnan, sementara di pabrik lain sudah mampu menembus angka di atas 9 persen,” ujarnya.

    Menurut Siswono, petani membutuhkan penjelasan yang objektif dan transparan mengenai penyebab belum optimalnya rendemen. Ia berharap seluruh persoalan disampaikan secara proporsional agar tidak memunculkan kecurigaan antara petani dan pabrik.

    Menanggapi hal tersebut, General Manager PG Glenmore, Agus Priambodo, menjelaskan bahwa dinamika rendemen tahun ini cukup kompleks. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah fenomena tebu berbunga pada April hingga Mei yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

    Ia menjelaskan bahwa pada awal musim giling, PG Glenmore dan PG Prajekan sama-sama mengalami peningkatan rendemen. Namun setelah memasuki pertengahan musim, rendemen PG Glenmore cenderung stagnan.

    “Kami terus berupaya mendapatkan hasil terbaik. Kondisi stop and go saat proses giling juga berpengaruh terhadap capaian rendemen. Kami menggunakan sistem core sampler untuk mengetahui potensi rendemen secara objektif dan menjaga kualitas penerimaan tebu. Pabrik tidak mengambil hak petani, seluruh proses dilakukan berdasarkan sistem dan analisis laboratorium,” tegas Agus.

    Sementara itu, Manajer Pengolahan PG Glenmore, Guntur Prihatomo, menyampaikan bahwa dari sisi teknis pabrik terus berupaya menekan kehilangan gula (losses). Menurutnya, tingkat kehilangan di PG Glenmore relatif rendah dibanding sejumlah pabrik lain sehingga diharapkan mampu menjadi nilai tambah terhadap hasil pengolahan.

    Senada dengan ituManajer Quality Assurance PG Assembagoes, Lukman Noir Hakim, mengatakan bahwa kualitas tebu tetap menjadi faktor utama dalam menentukan rendemen.

    “Semakin baik mutu tebu yang diterima, semakin baik pula rendemen yang dihasilkan. Seluruh analisis dilakukan setiap hari secara rutin dan profesional,” katanya.

    Dalam sesi diskusi, berbagai masukan juga disampaikan para peserta. Sutrisno menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam menentukan waktu panen sesuai karakter klon tebu. Menurutnya, pengetahuan mengenai masa kemasakan tebu harus lebih banyak dibagikan kepada petani agar potensi rendemen dapat dimaksimalkan.

    Sementara Ery Warman, salah satu mantan manajer PTPN mengusulkan agar pengawasan budidaya dilakukan sejak di lahan (off farm) melalui pendampingan bersama antara PG dan petani. Ia juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem penilaian kualitas tebu agar tidak merugikan petani.

    Di sisi lain, Izmaul Haqqi petani tebu yang sebelumnya bekerja di PG Prajekan mengapresiasi peran APTR dalam meningkatkan pengawasan penerimaan tebu di pabrik sehingga kualitas tebu yang masuk semakin baik. Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus diperkuat agar kepercayaan petani terhadap pabrik semakin meningkat.

    Kinerja pabrik yang optimal seharusnya selaras dengan pencapaian angka rendemen yang baik. Di sisi lain, penempatan personel di pabrik gula (PG) memiliki rekam jejak sejarahnya sendiri. Pembentukan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) awal mulanya dipicu oleh rasa ketidakpercayaan petani terhadap pihak pabrik.

    Di PG Prajekan, misalnya, pernah ada kolaborasi melalui KKPPG serta tokoh-tokoh APTR seperti Pak Edi Brunei. Peran penempatan personel ini sangat krusial—bahkan sering kali bertindak bak auditor yang melebihi peran dokter gula itu sendiri. Latar belakang inilah yang akhirnya melahirkan kebijakan penempatan wakil petani di PG.

    Dari proses tersebut, lahirlah gerakan tebu bersih. “Saya sendiri yang mengawali penerapannya di lapangan. Pada mulanya tentu tidak mudah; kami harus berhadapan dan berdebat keras dengan para sopir truk tebu. Namun, seiring berjalannya waktu, para petani mulai menyadari manfaatnya. Sistem seleksi dan penerimaan tebu bersih yang diterapkan PG akhirnya bisa berjalan dengan baik dan diterima semua pihak,” tutur Haqqi, sapaan karibnya.

    Pada penutupan forum, Siswono menyampaikan beberapa rekomendasi penting, di antaranya pemasangan layar monitor yang menampilkan informasi rendemen secara real time, peningkatan transparansi melalui sistem berbasis web, analisis rendemen yang semakin profesional, penguatan fungsi pengawasan APTR, pemisahan analisis tebu sendiri (TS) dan tebu rakyat (TR), serta usulan perluasan kerja sama operasional (KSO) yang akan disampaikan kepada manajemen pusat.

    Ia berharap hasil pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kepercayaan antara petani dan PG Glenmore.

    “Forum ini membuka ruang keterbukaan. Ke depan kami berharap tidak ada lagi saling curiga. Transparansi menjadi kunci agar petani dapat ikut mengawasi sekaligus meningkatkan kualitas tebu yang dihasilkan,” pungkas Siswono. (art)

    Previous ArticleGANDENG POLSEK HINGGA PUSKESMAS, SMAN GRUJUGAN CETAK GENERASI UNGGUL LEWAT MPLS 2026
    Sekar Kijang 2

    Related Posts

    GANDENG POLSEK HINGGA PUSKESMAS, SMAN GRUJUGAN CETAK GENERASI UNGGUL LEWAT MPLS 2026

    Juli 17, 2026

    PERKUAT BASIS DATA SEKOLAH, RELAWAN KSR PMI JEMBER GELAR PENDATAAN SMP/MTS SE-KABUPATEN

    Juli 17, 2026

    KESERUAN MPLS HARI KETIGA SDLB, SMPLB, SMALB: DARI SENAM CERIA HINGGA ASYIKNYA PETIK TIMUN BERSAMA DI MARKAS PMI KABUPATEN JEMBER

    Juli 15, 2026

    Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    Don't Miss
    News

    APTR DAN PG GLENMORE DUDUK BERSAMA EVALUASI MUSIM GILING 2026, TRANSPARANSI RENDEMEN JADI SOROTAN

    By Sekar Kijang 2Juli 20, 20260

    SEKARKIJANG.JEMBER – Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Glenmore bersama manajemen Pabrik Gula (PG) Glenmore…

    GANDENG POLSEK HINGGA PUSKESMAS, SMAN GRUJUGAN CETAK GENERASI UNGGUL LEWAT MPLS 2026

    Juli 17, 2026

    PERKUAT BASIS DATA SEKOLAH, RELAWAN KSR PMI JEMBER GELAR PENDATAAN SMP/MTS SE-KABUPATEN

    Juli 17, 2026

    KESERUAN MPLS HARI KETIGA SDLB, SMPLB, SMALB: DARI SENAM CERIA HINGGA ASYIKNYA PETIK TIMUN BERSAMA DI MARKAS PMI KABUPATEN JEMBER

    Juli 15, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    APTR DAN PG GLENMORE DUDUK BERSAMA EVALUASI MUSIM GILING 2026, TRANSPARANSI RENDEMEN JADI SOROTAN

    Juli 20, 2026

    GANDENG POLSEK HINGGA PUSKESMAS, SMAN GRUJUGAN CETAK GENERASI UNGGUL LEWAT MPLS 2026

    Juli 17, 2026

    PERKUAT BASIS DATA SEKOLAH, RELAWAN KSR PMI JEMBER GELAR PENDATAAN SMP/MTS SE-KABUPATEN

    Juli 17, 2026

    KESERUAN MPLS HARI KETIGA SDLB, SMPLB, SMALB: DARI SENAM CERIA HINGGA ASYIKNYA PETIK TIMUN BERSAMA DI MARKAS PMI KABUPATEN JEMBER

    Juli 15, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    Sekar Kijang platform digital menyajikan informasi berita terkini yang Jernih dan Inspiratif

    Our Picks
    New Comments
    • Harvey Oswald pada SEPULUH PASANG FINALIS BAKAL “BERTARUNG” UNTUK MENJADI YOUTH AMBASSADOR 2026 SMPN 3 JEMBER
    • Harvey Oswald pada SEPULUH PASANG FINALIS BAKAL “BERTARUNG” UNTUK MENJADI YOUTH AMBASSADOR 2026 SMPN 3 JEMBER
    • BAMBANG HERRY: BANJIR JEMBER ADALAH MASALAH STRUKTURAL, MINTA PEMDA LAKUKAN PENGAWASAN - Sekar Kijang News pada AEP MINTA GUS BUPATI TINDAK PENGEMBANG NAKAL
    • AEP MINTA: BUPATI TINDAK PENGEMBANG NAKAL - Sekar Kijang News pada GALANG DONASI KELILING KELAS, PMR WIRA SMKN 5 JEMBER SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA SUMATERA MELALUI PMI KABUPATEN JEMBER
    Sekar Kijang News
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    © 2026 SekarKijang.com. Designed by @imron_designer.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.