
SEKARKIJANG.JEMBER – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember bergerak cepat membenahi prestasi olahraga daerah demi mematok target masuk 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Langkah strategis ini dirumuskan dalam rapat koordinasi bersama seluruh Ketua Cabang Olahraga (Cabor) di Kantor KONI, Komplek Stadion Jember Sport Garden (JSG), Selasa (17/2/2026).
Wakil Ketua KONI Jember, Rendra Wirawan, menegaskan pihaknya segera mengeksekusi tahapan pemusatan latihan daerah (Puslatda) mulai bulan ini. Fokus utama tertuju pada pemberian ruang dan apresiasi bagi para pelatih agar segera menyusun program latihan reguler yang intensif.
“Kami optimistis dengan persiapan matang selama satu tahun ke depan. Semangat teman-teman Cabor luar biasa. Dengan bekal pengalaman sebagai tuan rumah sebelumnya, KONI yakin target 10 besar Porprov 2027 dapat tercapai,” ujar Rendra.
Sinergi Sport Tourism 2026
Selain pembenahan internal, Agus selaku Ketua Umum POBSI 2026-2030 mengungkapkan strategi kolaborasi bersama Bupati Jember untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan melalui sport tourism. Rendra selaku bagian dari KONI juga mendorong setiap Cabor proaktif menarik penyelenggaraan event olahraga, baik skala provinsi, nasional, maupun lintas wilayah seperti Bali, untuk digelar di Jember.
Menurut Rendra, banyaknya kompetisi di kandang sendiri akan memberikan keuntungan ganda. Selain mendongkrak sektor pariwisata daerah sesuai visi Bupati, hal ini efektif menambah jam terbang atlet lokal tanpa biaya mobilisasi tinggi.
“Kami siap mendukung penuh operasional kegiatan tersebut. Kolaborasi ini krusial untuk mematangkan mental bertanding atlet sekaligus menggerakkan ekonomi Jember lewat olahraga,” tegasnya.
Evaluasi Tren Penurunan Prestasi
Rapat koordinasi ini juga menyoroti data evaluasi yang menunjukkan penurunan performa kontingen Jember dalam tiga edisi terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan Rendra, perolehan medali emas Jember anjlok drastis hingga 45 persen dalam kurun waktu empat tahun.
Pada Porprov VII (2022), Jember mampu mendulang 20 emas, 17 perak, dan 45 perunggu. Angka ini turun pada Porprov VIII (2023) menjadi 16 emas, 14 perak, dan 33 perunggu. Tren negatif berlanjut hingga Porprov IX (2025), di mana Jember hanya mengamankan 11 emas, 17 perak, dan 41 perunggu. Secara akumulatif, total perolehan medali mengalami penyusutan sebesar 16 persen.
Pengawasan Ketat Puslatda
Menyikapi data tersebut, KONI Jember mengubah pola pendampingan. Rendra menjelaskan bahwa pihaknya akan menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi (Monev) secara ketat terhadap setiap Cabor yang menggelar Puslatda.
KONI memastikan dukungan finansial dan fasilitas bagi pelatih tersalurkan tepat sasaran agar bibit atlet potensial dapat berkembang maksimal.
“Mulai bulan ini, kami mengapresiasi pelatih yang fokus pada training center di masing-masing Cabor. Tim Monev KONI akan memantau langsung perkembangannya untuk memastikan atlet-atlet berprestasi nasional lahir dari proses ini,” pungkas Rendra.