Site icon Sekar Kijang News

DR. NANDA WIDANINGGAR S.E., M.AK., AK., CA, CIQaR, DOKTOR KE 265 PRODI DOKTOR ILMU AKUNTANSI UNIVERSITAS BRAWIJAYA: TAK PERCAYA BISA LULUS 3 TAHUN 3 BULAN

SEKARKIJANG.MALANG – Kamis, 12 Desember 2024 Menjadi Hari Bersejarah Bagi Dr. Nanda Widaninggar, S.E., M.Ak., Ak., CA, CiQaR. Dr Nanda, Sapaan Karibnya Lulus Ujian Desertasi di Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi  Universitas Brawijaya (UB). Dr. Nanda mampu mempertahakan Disertasinya dengan Judul  Kerangka Konseptual Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Menggunakan Pemikiran Notonagoro.

Dalam ujian desertasi dengan Tim Promotor Prof. Eko Ganis Sukoharsono, S.E., M.Com. (Hons.), Ph.D.; Prof. Dr. Dra. Lilik Purwanti, M.Si., CSRS, CSRA, Ak., CA; Yeney Widya Prihatiningtias, S.E., DBA, Ak. Sedangkan Tim Penguji Internal adalah Prof. Iwan Triyuwono, S.E., Ak., M.Ec., Ph.D.; Assoc. Prof. Dr. Drs. Roekhudin, Ak., M.Si.; Noval Adib, S.E., M.Si., Ak., Ph.D.

Selama ujian, Dr. Nanda didampingi suami tercinta Imas Wicaksono dan dua anaknya Daffa Din Aria dan Emir Dhyastha. Termasuk ibundanya Hj. Murti Sumarni dan adiknya Dr. Ir

Tisara Sita, S.T., M.Sc., IPM, serta kedua mertuanya Ir. H. Ari Subagio dan Hj. Lilik Sulistiowati. Rektorat, Dekanat, dan sejumlah kolega dari Universitas Abdurachman Saleh Situbondo dan ITS Mandala Jember turut pula mendampingi.

“Alhamdulillah saya sudah berhasil menyelesaikan disertasi dalam waktu 3 tahun 3 bulan dan telah dinyatakan lulus. Saya tidak menyangka karena ini tidak mudah. Sekolah S3 bukanlah sekolah seperti umumnya, namun ini adalah sebuah perjalanan yang lebih membutuhkan kombinasi antara ketahanan fisik dan mental serta support dari keluarga, Promotor, serta Institusi” kata Dr. Nanda, saat menyampaikan sepatah dan dua patah kata setelah dinyatakan lulus dalam ujian disertasinya di FEB UB Malang.

Dr Nanda mengawali sekolah formal Pendidikan Dasar dan Menengah  di SDN Percobaan  (Lab.  School)  2  Yogyakarta,  SMPN  8  Yogyakarta,  dan  SMAN  2 Yogyakarta.  Sedangkan  Pendidikan  Tinggi  ditempuh  di  Universitas   Islam Indonesia  (UII) lulus  tahun  2004  dan  Magister  Akuntansi  di  UII lulus tahun 2014.

Lulus dari Pendidikan Profesi Akuntansi Universitas Teknologi Yogyakarta pada tahun 2010. Profesi sebagai Auditor pada Akuntan Publik dijalani sejak tahun 2004 dan sebagai Dosen ditekuni sejak tahun 2011 di Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala, Jember. Saat ini adalah Dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurachman Saleh Situbondo dan Dewan Pengawas pada RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

Dr Nanda mengucapkan banyak terima kasih kepada smua pihak yang mensuportnya hingga lulus ujian desertasinya. “Kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Program Doktor Ilmu Akuntansi UNiversitas Brawijaya. Tidak ada arogansi selama perkuliahan sampai penyusunan disertasi, mendidik mahasiswa dengan humanisme yang tinggi” ujarnya.

Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons.), Ph.D, Penguji Eksternal dari Universitas Sebelas Maret mengapresiasi disertasi Dr. Nanda. “Disertasi ini mengupayakan kembali penelitian tentang falsafah negara. Ini menarik, kajian dari Bu Nanda ini, tetapi tidak ada penelitian yang sempurna,” kata Prof. Djoko Suhardjanto.

Prof Djoko berharap hasil penelitian dari Dr. Nanda disempurnakan lagi dengan penelitian lanjutan. “Semoga penelitian bisa dioperasionalkan atau diejawantahkan dalam praktik,” ujar Prof Djoko.

Penelitian Dr Nanda bertujuan untuk melakukan perumusan terhadap Kerangka Konseptual Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang belum secara integral berlandaskan falsafah negara dan nilai-nilai kepribadian bangsa. Metodologi penelitian menggunakan Pemikiran Notonagoro yang diturunkan menjadi  metode.  Pemikiran  kritis  Notonagoro  telah  meruntuhkan keinginan pihak-pihak yang ingin  mengganti dasar  negara  Pancasila  sekaligus meneguhkan Pancasila secara kontekstual dalam berbagai bidang. Pemikiran Notonagoro  terdiri dari Religiositas, Kesalehan, Paham Integral, dan Hierarki Piramida Pancasila. Dengan pendekatan ideografis, metode studi kasus kritis berlandaskan Pemikiran   Notonagoro   digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerangka Konseptual AKIP berbentuk Hierarki Piramida dengan berlandaskan pada Pemikiran Notonagoro Struktur limas berbentuk piramida memiliki himpunan terluas yang berada di paling bawah, semakin ke atas semakin spesifik sebagai puncak cita-cita yang ingin  dicapai,  setiap  hierarki  tidak dapat  dipisahkan  dengan hierarki  lainnya, saling  mengkualifikasi,  berkaitan,  merupakan  satu  kesatuan  utuh,  dan  tidak saling menegasikan.

Hierarki  pertama adalah  Prinsip  Dasar  yang  terdiri  dari Etika, Adab, Teladan, dan Keberlanjutan. Hierarki kedua adalah Pengelolaan Publik Notonagoro yang  mengarah pada  Tata  Kelola.  Hierarki  ketiga  adalah Strategi sebagai cara untuk mencapai puncak, yaitu Tujuan dalam Akuntabilitas Kinerja  Instansi  Pemerintahan.  Hasil  penelitian  ini  berimplikasi  pada  ranah filosofis  teoritis  sebagai  rujukan di  dalam  pengambilan  keputusan  mengingat prinsip-prinsip dalam pengembangan dan penyusunan Kerangka Konseptual AKIP telah sepadan dan dirumuskan dengan menggunakan nilai-nilai lokal Indonesia. Temuan ini juga berimplikasi pada kebijakan Pemerintah dalam upaya membentuk pola akuntabilitas yang mampu mengintegrasikan relasi yang harmonis di antara pemerintah, masyarakat, dan lingkungan sosial. Kerangka Konseptual AKIP membantu organisasi pemerintah dalam merancang, membangun, mengoperasikan, dan memperbarui akuntabilitas yang diproksikan melalui sistem pengukuran kinerja yang berlandaskan falsafah negara dan nilai- nilai kepribadian bangsa. (wahyu)

 

 

Exit mobile version