SEKARKIJANG.JEMBER – Ruang Rapat Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember pada Selasa, 14 April 2026, menjadi saksi bisu sebuah pencapaian puncak karir akademik. Di bawah pimpinan Rektor Dr. Hanafi, M.Pd., sebuah gelar prestisius dikukuhkan untuk Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Akt.. Prof Dwi, sapaan karibnya, resmi menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan.
Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Akt. menyampaikan orasi ilmiah berjudul membuka kotak hitam ketahanan finansial keluarga: Perilaku Keuangan sebagai Kunci Ketangguhan Ekonomi Indonesia. Menurut Prof Dwi, Ketahanan ekonomi nasional yang sesungguhnya tidak dibangun dari atas ke bawah, melainkan dari dalam ke luar. Fondasi yang tangguh bermula dari setiap unit keluarga yang mampu mengelola perilaku keuangan mereka berdasarkan nilai-nilai luhur dan perencanaan jangka panjang yang matang.
Namun, di balik toga kebesaran dan barisan gelar yang berderet, tersimpan sebuah hikayat tentang ketekunan yang dimulai dari sudut kecil di Kecamatan Tanggul, Jember. Dari Tanggul untuk Indonesia Lahir di Jember pada 20 November 1970, masa kecil Dwi Cahyono dihabiskan dengan menempuh pendidikan di SDN Tanggul Kulon VIII, SMPN 1 Tanggul, hingga SMAN 2 Tanggul.
Siapa sangka, bocah yang dulunya menimba ilmu di sekolah pinggiran ini, kini menjadi salah satu pakar akuntansi keperilakuan yang disegani. Perjalanan akademiknya tidaklah instan. Ia adalah produk asli rahim Unmuh Jember, lulus dari prodi Akuntansi pada tahun 1995. Kesetiaannya pada ilmu membawanya merantau ke Universitas Diponegoro Semarang untuk meraih gelar Magister, Profesi Akuntan, hingga Doktor Ilmu Ekonomi pada tahun 2008.
“Perjalanan karir saya dimulai pada 19 Oktober 2000. Saat itu, Prof. Dr. Apt. Fasich memberikan kepercayaan sebagai Dosen Tetap Persyarikatan. Itu adalah pintu pertama yang membuka segalanya,” kenang Prof. Dwi dalam momen pengukuhannya. Akuntansi dengan Hati Bidang yang digeluti Prof. Dwi, yakni Akuntansi Keperilakuan, bukanlah sekadar angka dan neraca.
Ia mendalami bagaimana perilaku manusia memengaruhi data akuntansi dan sebaliknya—bagaimana informasi akuntansi memengaruhi tindakan manusia. Keilmuan ini sejalan dengan pesan menyentuh yang ia sampaikan di akhir orasinya.
Ia mempersembahkan orasi ini untuk keluarga Indonesia yang berjuang setiap hari—para ibu yang memilah kebutuhan di pasar tradisional dan para ayah yang memikul beban finansial dengan diam. Baginya, akuntansi memiliki wajah kemanusiaan.
“Tiang yang Kokoh” Di balik kesuksesan seorang profesor, ada sistem pendukung yang tak kenal lelah. Prof. Dwi secara khusus memberikan apresiasi mendalam kepada istrinya, Dr. Evi Lestari, SE., M.Si., yang ia sebut sebagai “tiang kokoh” di balik perjalanan panjangnya.
Kebanggaan Prof. Dwi kian lengkap melihat keempat buah hatinya yang juga mengikuti jejak di dunia pendidikan: Apt. Inge Cellianda Cahyono, S.Farm., MM. (Kandidat Doktor di Untag Surabaya). Apt. Definta Anisa Tamara C., S.Farm., M.Farm. Cindy Tsalista Nurhaliza Cahyono, S.Ked. (Mahasiswi Profesi Dokter). Mohamad Davin Cahyono Putra (Siswa SMP Al Furqon Jember). Kepada anak-anaknya, ia menitipkan pesan Ali bin Abi Thalib: “Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”
Dedikasi Prof. Dwi sebagai pendidik melampaui batas geografis Jember. Ia dikenal sebagai sosok yang hangat bagi mahasiswa S1 hingga S3-nya yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Kendari, Berau, Mamuju, Parepare, hingga Jakarta dan Bali.
Hadirnya rekan-rekan sejawat dan alumni dari berbagai kota dalam rapat senat tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prof. Dwi adalah sosok yang menjaga silaturahmi intelektual dengan sangat baik. Salah satunya adalah Dr. Made Satyaguna yang datang jauh dari Jakarta untuk memberikan masukan pada naskah pengukuhannya.
Gelar Guru Besar ini bukanlah titik henti bagi Prof. Dwi Cahyono. Baginya, ini adalah bagian dari perjalanan untuk terus tumbuh, belajar, dan yang paling sulit: “terus mengalahkan diri sendiri.” Saat ini, di usia 55 tahun, Prof. Dwi Cahyono telah membuktikan bahwa kombinasi antara kecerdasan akal, keteguhan karakter, dan kasih sayang keluarga mampu mengantarkan putra daerah Jember mencapai puncak tertinggi di dunia akademik. Selamat atas pengukuhannya, Prof. Dwi Cahyono. Semoga ilmu akuntansi keprilakuan yang dikembangkan menjadi cahaya bagi dunia pendidikan Indonesia. (art)