SEKARKIJANG.JEMBER – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa IslamJawa Timur (MW KAHMI Jatim) resmi memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 H. Bertempat di Royal Hotel Jember pada Minggu (22/2/2026), kegiatan perdana ini mengusung misi besar memperkuat ukhuwah sekaligus mengonsolidasi barisan menyambut regenerasi kepemimpinan tahun 2026.
Jember dipilih sebagai titik pertama dari total tujuh kluster Safari Ramadan yang akan menyisir seluruh wilayah Jawa Timur, mulai dari Madura hingga ujung barat pemukiman Jawa Timur.
Berbeda dengan pola komunikasi sebelumnya, kali ini MW KAHMI Jatim memilih pendekatan proaktif. Ketua Panitia, Herly, menegaskan bahwa perubahan pola ini adalah bentuk komitmen untuk merangkul pengurus di tingkat daerah secara langsung.
“Kalau sebelumnya pengurus Daerah (MD) yang datang ke Wilayah (MW), sekarang kami yang turun langsung. Ini adalah ikhtiar untuk memperpendek jarak komunikasi dan memastikan organisasi tetap solid,” ujar Herly dalam laporannya.
Forum ini dihadiri oleh jajaran Majelis Daerah (MD) kluster Sekar Kijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang. Hadir memimpin rombongan MW KAHMI Jatim, Koordinator Presidium Dr. Agus Machfud Fauzi didampingi Presidium Dr. H. Edi Purwanto dan Sekretaris Umum Akhsanul Yakin Rifat serta sejumlah pengurus lainnya.
Selain menjadi ajang buka puasa bersama, pertemuan ini juga dikemas dalam bentuk Rapat Koordinasi (Rakor). Agenda utamanya adalah memetakan kondisi administratif organisasi, termasuk meninjau masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan di tiap daerah. Serta persiapan Muswil MW KAHMI Jatim yang diperkiarakan akan dilaksanakan Oktober 2026.
Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim, Dr. Agus Machfud Fauzi, menekankan bahwa Ramadan harus menjadi pemantik semangat struktural. “Silaturahmi ini bukan sekadar seremonial. Kita sedang mempersiapkan langkah strategis menuju Muswil 2026. Amanah kepengurusan harus dijalankan sungguh-sungguh agar regenerasi nanti berjalan tepat waktu dan membawa manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” tegas Agus.
Dalam diskusi intensif tersebut, setiap MD diberikan ruang untuk memaparkan capaian program kerja serta kendala lapangan yang dihadapi. MW KAHMI Jatim mengingatkan agar program kerja tidak hanya berhenti sebagai dokumen di atas kertas.
“Jika tidak ada pergerakan, tentu akan menjadi catatan bagi organisasi. Ramadan ini adalah momentum untuk memastikan semua program memberi dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Agus Machfud. Setelah Jember, Safari Ramadan MW KAHMI Jatim dijadwalkan akan berlanjut ke enam kluster lainnya, yakni Sampang, Surabaya, Ponorogo, Malang, Lamongan, Kediri, dan Bojonegoro.
Dr. Edi Purwanto yang menyempatkan diri hadir dalam acara mengapresiasi semangat presdium MD KAHMI di Sekarkijang. “Dari paparan para presdium tadi saya apresiasi, masing-masing sudah menyamapaikan kinerjanya dan semuanya sudah berbuat banyak untuk masyarakat. Jember misalnya, sukses membina Jember Islamic Institut, Bondowoso bakal mendirikan Graha KAHMI. Yang lain juga sama punya semangat untuk mengabdi,” kata Dr. H. Edi Purwanto, (art)