Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    MENAVIGASI GEOPOLITIK HIJAU: KRITIK TERHADAP PARADOKS TRANSISI ENERGI DAN IMPERATIF KEDAULATAN EKOLOGI

    Agustus 6, 2026

    KETIKA KRISIS LINGKUNGAN MENJADI PERTARUNGAN KEKUASAAN GLOBAL

    Agustus 6, 2026

    DELEGASI JRCS JEPANG KUNJUNGI SMPN 3 JEMBER, APRESIASI KEBERLANJUTAN PROGRAM SPAB BERSAMA PMI

    Agustus 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Sekar Kijang NewsSekar Kijang News
    • Log In
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    SUBSCRIBE
    • News
    • Cangkruk
    • Ekonomi
    • Entertainment
    • Ragam
    Sekar Kijang NewsSekar Kijang News
    Home » KETIKA KRISIS LINGKUNGAN MENJADI PERTARUNGAN KEKUASAAN GLOBAL
    Gagasan

    KETIKA KRISIS LINGKUNGAN MENJADI PERTARUNGAN KEKUASAAN GLOBAL

    AdminBy AdminAgustus 6, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    Oleh: Suji Khoirani

    Peserta Advance Training (LK III) BADKO HMI Jawa Timur, di UPT Peningkatan Tenaga Kesejahteraan Sosial Malang, 6 Agustus 2026

    Krisis lingkungan tidak lagi hanya berkaitan dengan sampah, polusi, atau penanaman pohon. Persoalan lingkungan telah berkembang menjadi isu geopolitik, ekonomi, keamanan, dan teknologi. Hal tersebut disampaikan oleh Yunan Syaifullah, S.E., M.Si., dalam materi bertemakan “Geopolitik Hijau dan Arsitektur Kepemimpinan Global” pada kegiatan Advance Training (LK III) BADKO HMI Jawa Timur.

    Pada awal pemaparannya, pemateri membagi kecenderungan manusia menjadi tiga. Pertama, manusia kritis yang berusaha memahami masalah sebelum mengambil sikap. Kedua, manusia militan yang memiliki semangat memperjuangkan sesuatu, tetapi belum tentu mampu menyelesaikan persoalan. Ketiga, manusia radikal yang tidak berhenti pada kritik, tetapi memiliki kecenderungan menyentuh akar dan menyelesaikan masalah.

    Pembagian tersebut relevan dengan kondisi ruang publik saat ini. Banyak orang cepat bereaksi terhadap suatu isu, tetapi belum tentu memahami persoalannya secara utuh. Dalam membaca kondisi sosial, manusia berada pada posisi yang tidak sepenuhnya simetris. Latar belakang pendidikan, ekonomi, politik, dan akses informasi membuat setiap orang memiliki sudut pandang berbeda. Oleh karena itu, masyarakat harus mampu membedakan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dengan isu, gosip, asumsi, dan hoaks.

    Kemampuan tersebut semakin penting ketika membahas transisi menuju ekonomi hijau. Di balik narasi pembangunan berkelanjutan terdapat perebutan mineral kritis, persaingan teknologi, dominasi rantai pasok global, ketimpangan negara Utara dan Selatan, serta green protectionism. Dengan demikian, kebijakan yang menggunakan istilah “hijau” belum tentu menghadirkan keadilan. Masyarakat perlu mempertanyakan siapa yang memperoleh keuntungan dan siapa yang menanggung dampak kerusakannya.

    Pergeseran rantai pasok global juga memengaruhi arsitektur kepemimpinan dunia. Korporasi sering kali lebih cepat beradaptasi dibandingkan negara karena memiliki modal, teknologi, data, dan jaringan internasional. Dalam materi tersebut, kepemimpinan masa depan setidaknya harus berlandaskan kolaborasi, keberlanjutan, keadilan, inklusivitas, dan tanggung jawab bersama. Model kepemimpinan pun perlu bergeser dari dominasi kekuasaan menuju shared leadership atau kepemimpinan bersama.

    Namun, keberhasilan korporasi tidak boleh menjadikan negara sekadar pemberi izin bagi kepentingan modal. Negara harus mampu mengatur kekuatan pasar, melindungi masyarakat, menjamin keadilan ekologis, dan memastikan bahwa perkembangan teknologi benar-benar meningkatkan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi tidak selalu identik dengan kehidupan yang lebih baik. Di Indonesia, kenaikan kebahagiaan dan konsumsi bahkan dapat berjalan bersamaan dengan meningkatnya utang personal. Masyarakat terlihat semakin sejahtera, tetapi sebenarnya semakin bergantung pada kredit.

    Dalam konteks kepemimpinan Indonesia, pemateri menggambarkan dua kecenderungan. Jakarta mewakili kepemimpinan yang berorientasi merebut kekuasaan agar negara dapat menyelesaikan masalah. Sementara Yogyakarta menggambarkan kepemimpinan yang tidak selalu mengejar kekuasaan, tetapi berusaha memberi warna ketika mendapatkan posisi. Keduanya harus dipadukan: kekuasaan perlu diperjuangkan, tetapi tidak boleh membuat seseorang kehilangan nilai dan keberpihakannya.

    Pemateri Yunan Syaifullah mengatakan “Kalau berangkat ke Jakarta tidak bisa mewarnai, lebih baik pulang” (6/8). Pernyataan ini bukan sekadar ajakan meninggalkan pusat kekuasaan, melainkan peringatan agar kader dan pemimpin tidak larut dalam budaya transaksional. Kekuasaan seharusnya menjadi alat untuk menyelesaikan masalah, bukan tujuan yang menghilangkan idealisme.

    Pada akhirnya, kepemimpinan tidak dapat diukur dari kerasnya kritik, tingginya militansi, atau besarnya kekuasaan yang berhasil direbut. Kepemimpinan harus dinilai dari keberaniannya menyentuh akar persoalan dan menghadirkan penyelesaian yang adil. Indonesia tidak hanya membutuhkan orang yang mampu berada di pusat kekuasaan, tetapi juga mereka yang sanggup memberi warna tanpa kehilangan nilai perjuangannya.

    LATIHAN KADER III LK 3 LK 3 BADKO JATIM opini
    Previous ArticleDELEGASI JRCS JEPANG KUNJUNGI SMPN 3 JEMBER, APRESIASI KEBERLANJUTAN PROGRAM SPAB BERSAMA PMI
    Next Article MENAVIGASI GEOPOLITIK HIJAU: KRITIK TERHADAP PARADOKS TRANSISI ENERGI DAN IMPERATIF KEDAULATAN EKOLOGI
    Admin

    Related Posts

    MENAVIGASI GEOPOLITIK HIJAU: KRITIK TERHADAP PARADOKS TRANSISI ENERGI DAN IMPERATIF KEDAULATAN EKOLOGI

    Agustus 6, 2026

    DELEGASI JRCS JEPANG KUNJUNGI SMPN 3 JEMBER, APRESIASI KEBERLANJUTAN PROGRAM SPAB BERSAMA PMI

    Agustus 5, 2026

    SEKOLAH JADI SUMBER PENDONOR PEMULA, PMR WIRA SMKN 2 JEMBER SUMBANG 28 KANTONG DARAH LEWAT AKSI KEMANUSIAAN DONOR DARAH

    Juli 29, 2026

    Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

    Don't Miss
    Gagasan

    MENAVIGASI GEOPOLITIK HIJAU: KRITIK TERHADAP PARADOKS TRANSISI ENERGI DAN IMPERATIF KEDAULATAN EKOLOGI

    By AdminAgustus 6, 20260

    Oleh: Putria Afina (Peserta LK 3 BADKO JATIM) Transisi energi menuju Net Zero Emission digadang-gadang…

    KETIKA KRISIS LINGKUNGAN MENJADI PERTARUNGAN KEKUASAAN GLOBAL

    Agustus 6, 2026

    DELEGASI JRCS JEPANG KUNJUNGI SMPN 3 JEMBER, APRESIASI KEBERLANJUTAN PROGRAM SPAB BERSAMA PMI

    Agustus 5, 2026

    SEKOLAH JADI SUMBER PENDONOR PEMULA, PMR WIRA SMKN 2 JEMBER SUMBANG 28 KANTONG DARAH LEWAT AKSI KEMANUSIAAN DONOR DARAH

    Juli 29, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    MENAVIGASI GEOPOLITIK HIJAU: KRITIK TERHADAP PARADOKS TRANSISI ENERGI DAN IMPERATIF KEDAULATAN EKOLOGI

    Agustus 6, 2026

    KETIKA KRISIS LINGKUNGAN MENJADI PERTARUNGAN KEKUASAAN GLOBAL

    Agustus 6, 2026

    DELEGASI JRCS JEPANG KUNJUNGI SMPN 3 JEMBER, APRESIASI KEBERLANJUTAN PROGRAM SPAB BERSAMA PMI

    Agustus 5, 2026

    SEKOLAH JADI SUMBER PENDONOR PEMULA, PMR WIRA SMKN 2 JEMBER SUMBANG 28 KANTONG DARAH LEWAT AKSI KEMANUSIAAN DONOR DARAH

    Juli 29, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    Sekar Kijang platform digital menyajikan informasi berita terkini yang Jernih dan Inspiratif

    Our Picks
    New Comments
    • Harvey Oswald pada SEPULUH PASANG FINALIS BAKAL “BERTARUNG” UNTUK MENJADI YOUTH AMBASSADOR 2026 SMPN 3 JEMBER
    • Harvey Oswald pada SEPULUH PASANG FINALIS BAKAL “BERTARUNG” UNTUK MENJADI YOUTH AMBASSADOR 2026 SMPN 3 JEMBER
    • BAMBANG HERRY: BANJIR JEMBER ADALAH MASALAH STRUKTURAL, MINTA PEMDA LAKUKAN PENGAWASAN - Sekar Kijang News pada AEP MINTA GUS BUPATI TINDAK PENGEMBANG NAKAL
    • AEP MINTA: BUPATI TINDAK PENGEMBANG NAKAL - Sekar Kijang News pada GALANG DONASI KELILING KELAS, PMR WIRA SMKN 5 JEMBER SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA SUMATERA MELALUI PMI KABUPATEN JEMBER
    Sekar Kijang News
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • SUSUNAN REDAKSI
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    © 2026 SekarKijang.com. Designed by @imron_designer.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.